Tim sales sudah bekerja keras, target sudah diberikan, leads terus masuk, tetapi hasil penjualan masih belum konsisten?
Dalam kondisi seperti ini, banyak perusahaan mulai mencari perusahaan pelatihan sales untuk membantu meningkatkan kemampuan tim.
Tapi ada satu pertanyaan yang sering terlewat:
Apakah perusahaan benar-benar membutuhkan training, atau sebenarnya belum menemukan akar masalah performa sales?
Karena memilih training provider bukan sekadar mencari trainer yang pintar berbicara. Program yang tepat seharusnya mampu menghubungkan masalah sales, gap kompetensi, latihan, dan target bisnis.
Lalu apa saja yang perlu diperhatikan?
1. Jangan Mulai dari “Training Apa yang Mau Diikuti?”
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah perusahaan langsung menentukan jenis training.
“Kita butuh training closing.”
Padahal angka closing yang rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuan closing.
Bisa saja masalahnya dimulai jauh sebelumnya.
- Sales tidak mampu menggali kebutuhan.
- Prospek belum melihat value.
- Presentasi terlalu fokus pada produk.
- Sales terlalu cepat memberikan harga.
- Sales tidak mampu menangani keberatan.
Artinya, masalah yang terlihat belum tentu merupakan akar masalahnya.
Di sinilah perusahaan sebaiknya melakukan diagnosis terlebih dahulu.
Coba tanyakan:
“Pada tahap mana sebenarnya prospek paling banyak berhenti?”
Apakah saat prospecting?
Saat presentasi?
Saat negosiasi?
Atau justru ketika pelanggan mulai mempertanyakan harga?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan memberikan petunjuk mengenai kompetensi apa yang sebenarnya perlu dikembangkan.
Dan ini baru langkah pertama.
2. Training Sales Tidak Cukup Hanya Memberikan Materi
Bayangkan seorang sales mengikuti training tentang objection handling.
Ia sudah memahami bahwa ketika pelanggan berkata “mahal”, sales sebaiknya tidak langsung memberikan diskon.
Secara teori, ia tahu.
Tetapi ketika bertemu pelanggan keesokan harinya…
“Kalau menurut Bapak terlalu mahal, saya coba kasih diskon sedikit.”
Kenapa ini bisa terjadi?
Karena mengetahui teknik dan mampu menggunakan teknik adalah dua hal yang berbeda.
Sales merupakan skill yang membutuhkan latihan.
Karena itu, ketika memilih perusahaan pelatihan sales, jangan hanya bertanya:
“Apa saja materi yang diberikan?”
Tanyakan juga:
“Berapa banyak kesempatan peserta untuk melakukan praktik, roleplay, mendapatkan feedback, dan memperbaiki cara mereka?”
Semakin dekat latihan dengan situasi nyata yang dihadapi sales, semakin besar peluang peserta memahami bagaimana konsep tersebut digunakan dalam percakapan sebenarnya.
Misalnya, Sales University sendiri menyediakan berbagai materi yang berfokus pada skill praktis seperti Communication for Sales, Smart Prospecting, Consultative Selling, Sales Presentation, Negotiation, hingga Mastering Objection & Close the Sale.
Namun ada satu hal yang sering tidak dibahas secara mendalam dalam artikel:
Bagaimana menentukan skill mana yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh tim Anda?
Karena sales yang bermasalah pada prospecting belum tentu membutuhkan materi closing yang sama dengan sales yang sudah memiliki banyak prospek tetapi gagal melakukan negosiasi.
3. Apakah Training Benar-Benar Terhubung dengan Masalah Bisnis?
Training yang menarik belum tentu training yang dibutuhkan.
Perusahaan bisa saja mendapatkan trainer yang sangat inspiratif, peserta merasa bersemangat, bahkan pulang membawa banyak catatan.
Tetapi pertanyaan sebenarnya muncul setelah training selesai:
“Apa yang berubah ketika mereka kembali bekerja?”
Kalau sales masih menggunakan cara lama, masih kesulitan menggali kebutuhan, masih mudah memberikan diskon, atau masih kehilangan prospek pada tahap yang sama, berarti ada gap antara training dan implementasi.
Karena itu, training seharusnya tidak berdiri sendiri.
Program yang lebih terarah perlu mempertimbangkan kebutuhan kompetensi, kondisi peserta, praktik di lapangan, dan bagaimana hasilnya dipantau.
Korpora Consulting sendiri menjelaskan pendekatan yang dimulai dari analisis kebutuhan klien, desain materi yang sesuai, pembelajaran berbasis kasus nyata, serta monitoring dan konsultasi untuk membantu memenuhi gap kompetensi dan target perusahaan.
Masih Ada 4 Hal yang Sering Terlewat Saat Memilih Training Provider
Tiga hal di atas baru fondasinya.
Masih ada beberapa pertanyaan yang jauh lebih menentukan sebelum perusahaan menginvestasikan budget training.
Misalnya:
- Bagaimana mengetahui apakah trainer benar-benar memahami industri dan kondisi sales Anda?
- Bagaimana memastikan materi tidak berhenti sebagai teori setelah kelas selesai?
- Apakah perusahaan membutuhkan training umum atau program yang dikustomisasi?
- Bagaimana mengembangkan sales manager agar mampu melanjutkan proses pengembangan setelah training selesai?
Dan menariknya, keempat pertanyaan tersebut saling berhubungan.
Karena meningkatkan performa sales bukan hanya tentang memberikan satu materi pelatihan.
Ada proses yang lebih panjang: diagnosis → skill → practice → feedback → implementation → coaching.
Kalau Anda ingin mulai dari kemampuan paling dasar, misalnya komunikasi dan mindset, Sales University menyediakan kelas seperti Communication for Sales, Sales Winning Attitude, dan NLP Selling Power.
Sementara untuk salesperson yang sudah berada pada tahap lebih lanjut, tersedia materi seperti Consultative Selling, Mastering Objection & Close the Sale, Negotiate to Win for Sales, dan Sales Presentation that Sells.
Namun…
kelas mana yang sebenarnya paling tepat untuk kondisi tim Anda?
Jangan Salah Memilih Perusahaan Pelatihan Sales
Pada akhirnya, perusahaan tidak membutuhkan training hanya karena training sedang populer.
Perusahaan membutuhkan solusi terhadap gap kompetensi dan performa.
Itulah sebabnya sebelum memilih perusahaan pelatihan sales, mulailah dari pertanyaan yang sederhana:
“Masalah sales kami sebenarnya ada di mana?”
Setelah itu barulah menentukan skill apa yang perlu dikembangkan, metode pembelajaran yang sesuai, dan program yang paling relevan.
Jika tim Anda sering mengalami masalah seperti prospek sulit berkembang, pelanggan keberatan dengan harga, presentasi kurang meyakinkan, atau closing yang tidak konsisten, Anda tidak harus langsung membeli training.
Mulailah dengan memahami masalahnya terlebih dahulu.
Korpora Consulting menyediakan pendekatan pengembangan sales yang dimulai dari kebutuhan dan kondisi perusahaan, bukan sekadar memberikan materi training yang sama untuk semua organisasi.
Dan kalau Anda ingin melihat lebih jauh bagaimana skill sales dapat dikembangkan secara bertahap, Anda dapat mengeksplorasi berbagai program pembelajaran di Sales University.
Karena terkadang, masalah terbesar tim sales bukan karena mereka tidak mau menjual.
Mereka hanya belum menemukan cara menjual yang tepat untuk situasi yang mereka hadapi.
Dan pertanyaannya sekarang:
Apakah Anda sudah tahu sebenarnya gap terbesar tim sales Anda ada di mana?
Jika belum, mungkin langkah pertama bukan memilih training.
Melainkan menemukan masalahnya terlebih dahulu.
Meta Description: Cari perusahaan pelatihan sales? Ketahui 3 hal penting sebelum memilih training provider agar program benar-benar sesuai kebutuhan bisnis.
Slug: perusahaan-pelatihan-sales
Focus Keyphrase: perusahaan pelatihan sales
Kategori: Sales
Tags: perusahaan pelatihan sales, pelatihan sales, training sales, sales training, sales performance




