Kenapa Follow Up Berkali-Kali Tetap Gagal Closing?
Banyak sales yang sudah follow up berkali-kali tapi tetap belum closing. Padahal dengan pendekatan consultative selling, peluang closing bisa jauh lebih besar karena prospek merasa dipahami, bukan dikejar.
“Nanti aku pikir-pikir dulu ya…”
“Coba aku diskusi sama pasangan dulu…”
Awalnya mereka terlihat antusias, bahkan sudah tanya harga. Tapi setelah itu? Menghilang tanpa kabar.
Kamu sudah berusaha keras: jelasin fitur produk, kasih diskon, bahkan tambahin bonus. Tapi tetap saja… belum ada yang transfer.
Masalahnya bukan pada produkmu. Sering kali, produk sudah bagus. Yang kurang justru cara menyampaikannya.
Baca Juga : 4 Jenis Risiko yang Bikin Prospek Gak Kunjung Beli
Apa Bedanya Sales Biasa dan Sales dengan Pendekatan Konsultan?
Coba rasakan perbedaan dua pendekatan ini:
Sales biasa:
“Ini produk terbaik kami, lagi diskon 30%, stok terbatas ya kak. Minat?”Sales dengan pendekatan konsultan:
“Boleh tahu, saat ini kakak sedang cari solusi untuk apa? Biar aku bantu carikan yang paling cocok, bukan cuma yang lagi promo.”
Lalu contoh lain:
Sales biasa:
“Kalau hari ini transfer, bisa saya kasih bonus tambahan ya kak. Sayang banget kalau kelewat.”Sales dengan pendekatan konsultan:
“Aku paham kak, kadang beli sesuatu itu nggak soal harganya aja. Boleh aku tanya, apa yang paling kakak khawatirkan sebelum ambil keputusan ini?”
Bedanya jelas:
-
Sales biasa fokus mengejar closing cepat.
-
Sales konsultan fokus membangun rasa percaya.
Dan dari rasa percaya inilah keputusan membeli muncul secara alami.
Baca Juga : Kesalahan Fatal yang Masih Sering Dilakukan Sales
Apa Itu Consultative Selling?
Consultative selling adalah pendekatan menjual dengan gaya konsultan. Bukan sekadar mendorong pelanggan membeli, melainkan:
-
Menggali kebutuhan sebenarnya.
-
Mendengarkan kekhawatiran pelanggan.
-
Memberikan solusi yang relevan, bukan sekadar promo.
Dengan cara ini, pelanggan merasa:
✅ Dipahami.
✅ Dihargai.
✅ Ditemani dalam pengambilan keputusan.
Hasilnya? Pelanggan jauh lebih mudah percaya dan lebih siap melakukan pembelian.
Baca Juga : Jualan Itu Bukan Tentang Menjual, Tapi Menjadi Solusi
Kenapa Consultative Selling Lebih Efektif di 2025?
Perilaku konsumen sekarang sudah berubah. Mereka lebih pintar, lebih kritis, dan bisa dengan mudah membandingkan produk lewat internet. Kalau kamu hanya mengandalkan diskon atau gimmick bonus, mereka bisa saja pindah ke kompetitor yang kasih harga lebih murah.
Tapi kalau kamu hadir sebagai konsultan yang membantu mereka memilih solusi terbaik, mereka akan melihatmu bukan sekadar penjual, tapi sebagai partner terpercaya. Inilah alasan mengapa pelatihan sales modern sangat menekankan consultative selling. Strategi ini relevan untuk era 2025, ketika kepercayaan pelanggan menjadi faktor utama.
Baca Juga : Teknik Riset & Compare dalam Consultative Selling
Bagaimana Cara Memulai Consultative Selling?
Berikut langkah sederhana yang bisa kamu praktikkan:
-
Buka dengan pertanyaan, bukan promosi.
Alih-alih langsung menawarkan produk, tanyakan dulu kebutuhan calon pelanggan. -
Dengarkan dengan tulus.
Jangan buru-buru menyela. Catat poin penting dari jawaban mereka. -
Tawarkan solusi yang relevan.
Sesuaikan rekomendasi produk dengan kebutuhan mereka, bukan hanya stok yang mau habis. -
Validasi kekhawatiran mereka.
Kalau mereka ragu soal harga, waktu, atau kualitas, jangan ditolak. Justru tunjukkan bahwa kamu mengerti keraguan tersebut. -
Bangun hubungan jangka panjang.
Ingat, closing pertama hanyalah awal. Tujuan utamamu adalah membangun pelanggan yang loyal.
Baca Juga : Objection Itu Bukan Masalah… Tapi Alarm Bahwa Kamu Salah Cara Nanya dalam Selling
Kesimpulan: Closing Bukan Soal Mengejar, Tapi Soal Dipercaya
Kalau selama ini kamu sudah follow up berkali-kali tapi hasilnya nihil, mungkin ini tandanya kamu perlu mengubah pendekatan.
Consultative selling adalah kunci agar pelanggan tidak merasa dikejar-kejar, tapi justru merasa dimengerti. Dari situlah trust muncul, dan closing jadi lebih alami. Closing bukan soal siapa yang paling gencar menawarkan, tapi siapa yang paling tulus memahami kebutuhan pelanggan. Jadi, kalau kamu mau tingkatkan skill ini, cobalah mulai dari sekarang: ubah mindset dari “sales yang mengejar closing” menjadi “konsultan yang membangun hubungan.”
Baca Juga : NLP Untuk Leader dan Supervisor: Kunci Memimpin dengan Komunikasi dan Pengaruh Positif
Temukan Program Pelatihan yang Tepat untuk Pengembangan Diri & Tim Anda
Ingin meningkatkan skill komunikasi, penjualan, atau pengembangan diri secara profesional? Kunjungi situs resmi kami untuk informasi lengkap seputar pelatihan berkualitas dan terpercaya:
Rekomendasi Situs Pelatihan dan Pembelajaran Online:
- pastiprestasi.com
Platform e-learning interaktif untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas kerja. Cocok bagi Anda yang ingin belajar mandiri secara fleksibel dengan materi aplikatif. -
nlpleadershipindonesia.com
Pusat pelatihan Neuro-Linguistic Programming (NLP) bersertifikasi resmi di Indonesia. Cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan skill komunikasi, coaching, dan perubahan mindset melalui pendekatan NLP otentik. -
korporaconsulting.com
Pusat pelatihan SDM yang berfokus pada program Sales, Selling, dan Coaching untuk individu dan perusahaan.
Didukung oleh trainer berpengalaman, Korpora Consulting menghadirkan solusi pelatihan untuk meningkatkan performa tim penjualan, memperkuat kemampuan negosiasi, dan mengembangkan skill coaching bagi para pemimpin tim. -
salesuniversity.id
Program pelatihan sales intensif untuk mengembangkan tenaga penjualan yang unggul, terlatih secara teknik, strategi, dan mindset. Solusi terbaik untuk meningkatkan closing rate tim Anda.




