Coaching – Apa kabar? Sebagai seorang coach, saya sering mengamati para pemimpin yang menghadapi tekanan tinggi: deadline yang ketat, target ambisius, ekspektasi stakeholder, hingga dinamika tim yang kompleks. Di tengah situasi tersebut, ada satu pola yang sering muncul dan bisa sangat merusak jika dibiarkan: kebiasaan blaming atau menyalahkan orang lain ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.
Kadang menyalahkan tim, sistem, atau bahkan situasi. Bisa lewat nada frustrasi atau sindiran halus. Fokusnya bukan lagi pada solusi, melainkan pada siapa yang salah. Sayangnya, pola blaming ini pelan-pelan merusak kepercayaan dalam tim. Orang menjadi defensif, takut mengambil inisiatif, bahkan memilih bermain aman. Yang lebih serius, budaya menyalahkan bisa membuat pemimpin kehilangan kredibilitas di mata timnya.
Baca Juga : 5 Alasan Kenapa Lisensi dari Dr. Richard Bandler Jadi Investasi Terbaik Hidupmu
Mengapa Kita Sering Menyalahkan Orang Lain?
Dalam psikologi kepemimpinan dan neurosains, ada beberapa penjelasan ilmiah mengapa perilaku blaming sering muncul:
-
Respon otak terhadap ancaman
Saat sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, amigdala di otak kita aktif. Ini memicu emosi seperti marah, takut, atau frustrasi, dan membuat kita cepat mencari penyebab eksternal. -
Kurangnya regulasi emosi
Ketika lelah atau stres, korteks prefrontal—bagian otak pengendali emosi—tidak berfungsi optimal. Akibatnya, kita bereaksi impulsif, biasanya dengan menyalahkan. -
Bias kognitif
Disebut fundamental attribution error: kesalahan orang lain dianggap akibat sifat pribadi (“Dia malas”), sementara kesalahan kita dibenarkan oleh konteks (“Saya capek”). -
Efek dopamin
Menyalahkan memberi rasa lega sesaat karena pelepasan dopamin. Namun ini hanya memperkuat pola negatif jika dilakukan berulang kali.
Baca Juga : Objection Itu Bukan Masalah… Tapi Alarm Bahwa Kamu Salah Cara Nanya
Dampak Blaming bagi Kepemimpinan
Jika pola blaming terus berlanjut, dampaknya serius:
-
Kepercayaan tim terkikis, membuat orang enggan berbagi ide.
-
Budaya menyalahkan menggantikan budaya belajar.
-
Energi pemimpin habis untuk membela diri, bukan bertumbuh.
-
Yang paling fatal: pemimpin kehilangan kekuatan menginspirasi timnya.
Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Lebih Sadar?
Perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana namun ampuh:
-
Kenali polanya
Amati kapan Anda cenderung menyalahkan. Apakah saat malu, tertekan, atau takut gagal? Kesadaran awal memberi kendali pada respon Anda. -
Latih regulasi emosi
Beri jeda sebelum merespon. Tarik napas, lalu tanyakan: “Apa emosi saya saat ini? Apa kebutuhan di baliknya?” -
Ganti menyalahkan dengan ingin memahami
Alih-alih bertanya “Siapa yang salah?”, ubah menjadi:-
“Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini?”
-
“Apa yang belum terlihat dari sudut pandang saya?”
-
Langkah kecil ini membangun budaya reflektif dan kolaboratif.
Baca Juga : Bukan Harga Murah yang Bikin Closing, Tapi Cara Kamu Bertanya
Bagaimana Coaching Membantu?
Coaching memberi ruang aman untuk refleksi mendalam. Melalui proses ini, Anda bisa:
-
Mengenali pola reaktif yang menghambat kepemimpinan,
-
Melatih ketenangan dalam pengambilan keputusan,
-
Menyusun pendekatan yang lebih asertif, strategis, dan terarah.
Seorang pemimpin tidak harus sempurna. Namun dengan kesadaran dan keberanian untuk berubah, Anda bisa membangun kepercayaan dan membawa tim lebih jauh daripada sekadar mencari siapa yang benar.
Jadi, pertanyaan reflektif untuk Anda:
“Apa satu pola blaming yang ingin saya ubah agar menjadi pemimpin yang lebih dipercaya dan lebih berdampak?”
Jika Anda ingin ruang refleksi yang jujur dan aman untuk menjawab pertanyaan ini, coaching bisa menjadi titik awal yang tepat.
Baca Juga : Punya Sertifikasi NLP Internasional? Ini 4 Hal yang Bisa Kamu Pastikan di Tanganmu!
Temukan Program Pelatihan yang Tepat untuk Pengembangan Diri & Tim Anda
Ingin meningkatkan skill komunikasi, penjualan, atau pengembangan diri secara profesional? Kunjungi situs resmi kami untuk informasi lengkap seputar pelatihan berkualitas dan terpercaya:
Rekomendasi Situs Pelatihan dan Pembelajaran Online:
- pastiprestasi.com
Platform e-learning interaktif untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas kerja. Cocok bagi Anda yang ingin belajar mandiri secara fleksibel dengan materi aplikatif. -
nlpleadershipindonesia.com
Pusat pelatihan Neuro-Linguistic Programming (NLP) bersertifikasi resmi di Indonesia. Cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan skill komunikasi, coaching, dan perubahan mindset melalui pendekatan NLP otentik. -
korporaconsulting.com
Pusat pelatihan SDM yang berfokus pada program Sales, Selling, dan Coaching untuk individu dan perusahaan.
Didukung oleh trainer berpengalaman, Korpora Consulting menghadirkan solusi pelatihan untuk meningkatkan performa tim penjualan, memperkuat kemampuan negosiasi, dan mengembangkan skill coaching bagi para pemimpin tim. -
salesuniversity.id
Program pelatihan sales intensif untuk mengembangkan tenaga penjualan yang unggul, terlatih secara teknik, strategi, dan mindset. Solusi terbaik untuk meningkatkan closing rate tim Anda.




