Saat Kritik Membuat Anda Tersulut? Coaching Bisa Membantu By Coach M. Adithia Amidjaya

Coaching

Coaching – Pernahkah Anda merasa ingin langsung membela diri saat seseorang memberi masukan atau mempertanyakan keputusan Anda? Atau mungkin pernah menyindir balik atau merasa tersinggung karena ide Anda dipertanyakan? Jika iya, Anda tidak sendirian.

salesuniversity

Banyak leaders hebat, cerdas, ambisius, dan visioner, tetap menghadapi tantangan klasik ini: merespon kritik dengan kepala dingin. Di sinilah peran coaching menjadi sangat relevan, terutama ketika kritik terasa memicu emosi.

Baca Juga : Kunci Pengembangan SDM yang Berkelanjutan


Bagaimana Kritik Bisa Menjadi Penghalang Kepemimpinan?

Setiap kali seorang pemimpin merespon kritik dengan defensif, ada sesuatu yang pelan-pelan terkikis: psychological safety atau rasa aman dalam tim.

Dampaknya nyata:

  1. Inovasi menghilang. Tim enggan menyampaikan ide karena takut ditanggapi sinis.

  2. Kepercayaan terguncang. Kolaborasi berubah jadi formalitas, tanpa keterbukaan.

  3. Hierarki terasa menekan. Semua ide dianggap milik atasan, bukan milik tim.

  4. Masukan penting diabaikan. Padahal kritik sering jadi sinyal awal untuk perbaikan.

Baca Juga : Kapan Sebaiknya Perusahaan Mengadakan Pelatihan Coaching?

nlp


Kenapa Reaksi Defensif Terjadi?

Berdasarkan pengalaman saya mendampingi leaders melalui proses coaching, ada beberapa penyebab umum munculnya respon defensif:

  • Ego yang melekat. Kritik terasa seperti serangan pada harga diri.

  • Takut kehilangan otoritas. Pemimpin khawatir terlihat lemah di depan tim.

  • Kurang keterampilan mendengar. Terburu-buru menjawab sebelum memahami maksud sebenarnya.

Jika tidak disadari, pola defensif ini bisa menjadi kebiasaan yang melemahkan kepemimpinan.


Bagaimana Coaching Membantu Pemimpin Mengelola Kritik?

Alih-alih memberi solusi instan, executive coaching mengajak pemimpin memimpin dengan lebih sadar, reflektif, dan terarah. Ada beberapa langkah yang biasanya dilakukan dalam sesi coaching:

1. Menggali Pola Reaksi Saat Menerima Kritik

Coach akan mengajukan pertanyaan reflektif, misalnya:

  • “Apa yang biasanya Anda rasakan saat dikritik?”

  • “Respon apa yang muncul secara spontan?”

Dari sini, pemimpin belajar mengenali pemicu emosional yang membuatnya reaktif.

2. Mengeksplorasi Keyakinan di Balik Perilaku Defensif

Pertanyaan seperti:

pastiprestasi

  • “Apa arti kritik bagi Anda?”

  • “Mengapa Anda merasa harus selalu benar?”

Membantu pemimpin menyadari bahwa banyak respon defensif berasal dari keyakinan tak sadar yang belum pernah ditinjau ulang.

3. Melatih Dialog Internal yang Lebih Sehat

Coaching melatih pemimpin mengubah narasi batin:

  • Dari: “Kalau aku dikritik, berarti aku gagal.”

  • Menjadi: “Masukan ini adalah informasi untuk berkembang.”

Inilah inti dari reframing dalam coaching: mengubah perspektif dari menghakimi menjadi memberdayakan.

4. Membentuk Repertoar Respon yang Adaptif

Dengan bimbingan coaching, pemimpin belajar alternatif respon:

  • “Terima kasih sudah menyampaikan pendapat.”

  • “Boleh dijelaskan lebih detail maksud Anda?”

Respon sederhana ini menciptakan budaya dialog sehat dalam tim.

5. Melakukan Proses Refleksi Teratur

Refleksi membuat pemimpin bisa menilai progres:

  • “Apa yang berhasil minggu ini?”

  • “Apa yang bisa saya lakukan berbeda di pertemuan berikutnya?”

Dengan cara ini, perubahan menjadi terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga : Instruksi vs. Coaching: Mana yang Lebih Efektif


Kesimpulan: Kritik + Coaching = Pertumbuhan

Pemimpin yang bisa menahan reaksi, mendengarkan dengan rasa ingin tahu, dan merespon dengan kesadaran tinggi, adalah pemimpin yang membuka ruang bagi pertumbuhan kolektif.

Kritik bukanlah ancaman. Ia adalah peluang untuk belajar. Dengan coaching, pemimpin bisa mengubah momen penuh emosi menjadi kesempatan membangun kepercayaan, inovasi, dan budaya sehat dalam tim.

Baca Juga : Punya Sertifikasi NLP Internasional? Ini 4 Hal yang Bisa Kamu Pastikan di Tanganmu!

Temukan Program Pelatihan yang Tepat untuk Pengembangan Diri & Tim Anda

Ingin meningkatkan skill komunikasi, penjualan, atau pengembangan diri secara profesional? Kunjungi situs resmi kami untuk informasi lengkap seputar pelatihan berkualitas dan terpercaya:

Rekomendasi Situs Pelatihan dan Pembelajaran Online:

  • pastiprestasi.com
    Platform e-learning interaktif untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas kerja. Cocok bagi Anda yang ingin belajar mandiri secara fleksibel dengan materi aplikatif.
  • nlpleadershipindonesia.com
    Pusat pelatihan Neuro-Linguistic Programming (NLP) bersertifikasi resmi di Indonesia. Cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan skill komunikasi, coaching, dan perubahan mindset melalui pendekatan NLP otentik.

  • korporaconsulting.com
    Pusat pelatihan SDM yang berfokus pada program Sales, Selling, dan Coaching untuk individu dan perusahaan.
    Didukung oleh trainer berpengalaman, Korpora Consulting menghadirkan solusi pelatihan untuk meningkatkan performa tim penjualan, memperkuat kemampuan negosiasi, dan mengembangkan skill coaching bagi para pemimpin tim.

  • salesuniversity.id
    Program pelatihan sales intensif untuk mengembangkan tenaga penjualan yang unggul, terlatih secara teknik, strategi, dan mindset. Solusi terbaik untuk meningkatkan closing rate tim Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let’s Schedule Time to Talk.

Segera dapatkan solusi dengan menjadwalkan pertemuan virtual dengan tim expert kami!

Company Profile

"*" indicates required fields

COPYRIGHT @2020 – PT. KORPORA TRAININDO CONSULTANT, ALL RIGHTS RESERVED

sales university
sbcc