Coaching 101 – Bertanya dalam Coaching

Salam Semangat!

Banyak rekan saya bertanya, “benarkah saat melakukan coaching, kita hanya boleh bertanya? Gak boleh kasih tahu sedikit pun? Memangnya apa istimewanya sih bertanya-tanya itu?”

Well, itulah yang banyak disangka orang orang, bahwa coaching isinya hanya pertanyaan-pertanyaan saja. Bahkan, banyak banget orang menulis buku-buku tentang berbagai daftar dan jenis pertanyaan dalam coaching.

Eh tahu gak, ratusan daftar pertanyaan itu hanya SIA-SIA saja kok, karena ESENSINYA BUKAN SEBERAPA BANYAK atau SEBERAPA KEREN DAFTAR PERTANYAAN yang kita hapal. Nah lho, lalu apanya dong?

Di Kompetensi Inti ICF, kemampuan yang musti dikuasai seorang Coach adalah Powerful Questioning. Kalau kita urai, Questioning menggambarkan proses bertanya, atau kata kerja bertanya. Bukan sekedar questions atau pertanyaan-pertanyaan. Jadi bukan pertanyaan (questions-nya) semata, namun lebih ke proses bertanyanya yang powerful, yaitu yang menciptakan AHA moment atau kesadaran baru.

Proses bertanya itu terdiri dari:

  1. Input: yaitu informasi yang disampaikan coachee. Di sini perlunya mendengarkan dengan aktif. Jadi seorang coach bertanya menggunakan informasi dari coachee sebagai bahannya. Bukan dari daftar pertanyaan yang dia tulis atau hapalkan sebelum sesi coaching. Kalau itu namanya interview atau interogasi;
  2. Proses bertanya: yaitu ketika coach memilih kata-kata kunci untuk dieksplorasi lebih jauh. Kemudian mengucapkannya dengan intonasi dan nada suara tertentu, ekspresi, posisi tubuh, dan gesture tertentu, dengan menggunakan kata tanya tertentu. Proses ini pun berlanjut di pikiran coachee, yaitu dia mengasosiasikan, mentautkan, atau mengintegrasikan berbagai informasi di kepalanya;
  3. Output terciptanya AHA moment atau kesadaran baru.coaching 101

Memang, mengetahui berbagai jenis dan model pertanyaan itu penting dan bagus untuk seorang coach. Dan pastikan agar menggunakannya dengan proses yang benar sehingga memberikan dampak yang powerful untuk diri coachee.

Satu hal penting: bertanya dalam coaching itu bukan agar coach-nya tahu jawabannya. Bukan itu tujuan utamanya. Tapi agar coachee yang tahu dan menyadari jawabannya.

Sudah banyak para manajer perusahaan yang telah belajar coaching skill 66 jam telah membuktikan aplikasinya, bukan hanya saat melakukan coaching namun saat memimpin.

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

M. Adithia Amidjaya, PCC

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *