Pelatihan Sales : Mengutuki kegelapan dibandingkan menjadi Terang.

Pelatihan Sales : Mengutuki kegelapan dibandingkan menjadi Terang.
By Antonius Arif
Www.AntoniusArif.com

Sering sekali saya mendengar keluhan para sales saat training sales ( pelatihan penjualan ).
Keluhannya beragam, ada yang berkaitan komisi, berkaitan produk yang kurang ok,
berkaitan sistem yang tidak ok dan masih banyak lagi. Keluhan-keluhan datang biasanya
karena ketika mereka melakukan sesuatu dan tidak berhasil dan mentok maka muncullah
alasan-alasan yang dihadirkan.

Bahkan ada juga perusahaan properti yang mempunyai sales dan ketika mereka gagal
jualan, mereka mengatakan karena belum ada fasilitas dan sebagainya. Hanya sedikit yang
dari mereka akan keluar sebagai pemenang. Mereka cenderung menyalahkan kondisi
bahkan mereka mengutuki kegelapan. Yes, daripada mereka jadi terangnya, lebih enak
memang mengutuki kegelapan. Dan kalau perlu ramai-ramai mengajak temannya untuk
sama-sama mengutuki kegelapan. Memang lebih mudah kok untuk menyalahkan situasi dan
kondisi. Dan dulu sayapun bersikap sama saat diawal karir. Mungkin mereka berharap diluar
sana ada perusahaan yang lebih baik dan kenapa juga mereka tidak keluar dan pindah ke
perusahaan yang mereka anggap akan lebih baik? Mereka bisa beralasan karena tidak ada
kesempatan dengan alasan bermacam-macam.

Saya beruntung mempunyai kesempatan beberapa kali bekerja dengan berbagai macam
perusahaan baik perusahaan start up, perusahaan besar dan go public , perusahaan
keluarga bahkan perusahaan yang bossnya micro management, perusahaan distribusi dan
lain sebagainya. Begitu juga ketika saya mengajar dan memberikan training sales (
pelatihan penjualan ) baik perusahaan nasional, perusahaan internasional semua
mempunyai problem yang sama dan isue yang sama. Semua mempunyai problem dan
kesulitannya sendiri-sendiri. Tidak ada perusahaan yang sempurna. Semua punya isu
masing-masing. Bisa perusahaannya bagus eh produk bermasalah. Bisa produk bagus eh
sistemnya bermasalah. Intinya They have their own problem. Ini yang kadang tidak mereka
sadari. Lebih senang mengutuki kegelapan dibandingkan menjadi terang.

Maksudnya bagaimana sih menjadi terang?

Ketika kita mempunyai masalah dan problem tersebut walau posisinya sudah terjepit, maka
jadilah terang yang maksudnya pikirkan solusi dari sudut anda apa yang bisa anda lakukan
dengan kondisi tersebut. Dan rubah pendekatan sampai berhasil. Saya berhasil mencapai
Top Achiever 3 kali berturut-turut, mendapatkan penghargaan dari majalah Swa sebagai
Marketer to watch 2006 dan penghargaan lainnya bukan karena menjual produk mudah tapi
karena menjual produk sulit dengan kondisi sulit dan hampir tidak mungkin dan bisa menjadi
pemenang. Seandainya saja saya ikut-ikutan terus mengutuki kegelapan maka saya tidak
akan pernah menjadi seorang juara. Beruntunglah anda bekerja diproduk yang tidak masuk
akal untuk menjadi juara dan bila anda balikan kondisinya maka anda jadi juara. Kalau anda
masih tetap menjadi orang yang terus mengutuki maka kondisinya bakal begitu terus. Ini
yang saya mau ajak kepada para teman-teman dalam training sales ( pelatihan sales )
maupun pelatihan NLP atau pelatihan apapun bahkan dalam tulisan ini. Yuk beranjaklah dari
situasi terjepit anda buatlah solusi.

Ini ada contoh yang saya temukan selain contoh dari saya sendiri.
Ada perusahaan yang kurang bagus dan saya melihat sendiri tidak ada yang bisa keluar dari
kebuntuan itu berpuluh-puluh tahun. Suatu ketika masuklah orang hebat yang mempunyai
pemikiran brilian. Dia rubah situasinya dengan membuat sudut pandang yang menarik dari
sudut mereka. Dia buat sistem yang masuk akal sehingga menjadi masuk akal. Kalau saya
boleh jujur melihat dari sudut saya sebelum berbicara dengan orang itu, menurut saya tidak
make sense. Tetapi orang itu begitu berkharisma dan dia melakukan itu dan berhasil
sehingga dalam waktu beberapa tahun menjadi cemerlang bisnisnya dan banyak orang
yang ikut dengannya. Istilah saya, beliau menjadi chief energy officer ( CEO ). Menjadi
orang yang semangat untuk melakukan perubahan maka orang lain ikut berubah.
Jadi apa pilihan anda? Menjadi orang yang mengutuki kegelapan atau menjadi terang itu
sendiri?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *