Selling – Seorang sales properti pernah bercerita:
“Aku sudah kasih penjelasan teknis, data lengkap, bahkan bukti harga pasaran… tapi calon pembelinya tetap keras kepala dengan pendapatnya. Padahal jelas-jelas keliru.”
Kamu pernah mengalami hal serupa?
Lucunya, makin banyak argumen logis yang kita lontarkan, makin kuat pula prospek bertahan pada pendapatnya. Akhirnya percakapan berubah jadi debat kusir alih-alih diskusi sehat.
Kenapa bisa begitu? Karena ketika prospek merasa diserang, mereka otomatis pasang tameng. Dan tameng itu membuat kita semakin sulit untuk mendekatkan mereka pada solusi.
Baca Juga : Jangan Jualan Cuma Andalkan Fitur! Ini Kenapa Customer Cuek Sama Presentasimu
Mengapa Menolak Langsung Justru Gagal?
Dalam dunia selling modern, ada satu prinsip penting: prospek lebih menghargai rasa didengar dibanding sekadar diberi fakta.
Kalau kamu langsung menolak pendapat mereka, meski dengan niat baik, mereka akan merasa tidak dihargai.
Padahal, tugas sales bukan sekadar memberi data. Tugas kita adalah menciptakan ruang aman di mana prospek bisa terbuka, bertanya, dan perlahan diarahkan ke solusi yang tepat.
Baca Juga : Jangan Salah Jualan Lagi! Bukan Harga Murah yang Bikin Closing, Tapi Cara Kamu Bertanya
Contoh Dialog yang Lebih Efektif
Daripada buru-buru membantah, cobalah pendekatan seperti ini:
“Benar, Pak. Pandangan Bapak masuk akal, dan justru itu juga yang sering jadi perhatian klien kami sebelum mereka lihat lebih dekat ke proyek ini.”
“Saya setuju, wajar banget kalau di awal ada kekhawatiran seperti itu. Karena itu, kami siapkan opsi tambahan yang biasanya bikin klien jadi lebih tenang.”
Perhatikan perbedaannya.
Prospek yang biasanya defensif, tiba-tiba jadi lebih terbuka. Bahkan mulai bertanya dengan nada penasaran, bukan menyerang.
Baca Juga : Tujuan diadakan Training karyawan
Seni Empati dalam Selling
Kuncinya ada pada empati.
Ketika kamu mengafirmasi pandangan customer, walau salah, mereka merasa:
-
Didengar
-
Dihargai
-
Tidak perlu membela diri
Dan saat tameng itu turun, barulah mereka siap untuk diarahkan.
Di sinilah seni consultative selling bekerja: bukan memaksa, melainkan mengundang.
Baca Juga : Perbedaan Coaching Profesional vs Coaching Olahraga
Mengubah Percakapan Jadi Undangan
Bayangkan, dua sales menjelaskan produk yang sama:
-
Sales A membantah semua pendapat customer yang salah dengan data.
-
Sales B mengafirmasi dulu, lalu dengan halus menawarkan perspektif baru.
Siapa yang lebih dipercaya? Tentu Sales B. Karena di era sekarang, customer lebih memilih pendamping yang empatik daripada penjual yang sok tahu.
Baca Juga : Coaching | Tips untuk bisa Presence
Kesimpulan: Jangan Debat, Tapi Ajak Bicara
Dalam dunia penjualan modern, menang bukan soal siapa yang paling pintar berargumen. Menang adalah soal siapa yang paling bisa membuat customer merasa aman untuk terbuka.
Jangan buru-buru menolak. Dengarkan dulu. Validasi. Baru arahkan dengan lembut.
Dan percayalah, dengan strategi ini, closing lebih mudah terjadi.
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam bagaimana membangun percakapan ala konsultan, bukan sekadar sales, ada ruang diskusi khusus yang bisa bantu kamu berkembang.
Baca Juga : Teknik NLP untuk Mengatasi Konflik Tim secara Efektif
Temukan Program Pelatihan yang Tepat untuk Pengembangan Diri & Tim Anda
Ingin meningkatkan skill komunikasi, penjualan, atau pengembangan diri secara profesional? Kunjungi situs resmi kami untuk informasi lengkap seputar pelatihan berkualitas dan terpercaya:
Rekomendasi Situs Pelatihan dan Pembelajaran Online:
- pastiprestasi.com
Platform e-learning interaktif untuk peningkatan kompetensi dan produktivitas kerja. Cocok bagi Anda yang ingin belajar mandiri secara fleksibel dengan materi aplikatif. -
nlpleadershipindonesia.com
Pusat pelatihan Neuro-Linguistic Programming (NLP) bersertifikasi resmi di Indonesia. Cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan skill komunikasi, coaching, dan perubahan mindset melalui pendekatan NLP otentik. -
korporaconsulting.com
Pusat pelatihan SDM yang berfokus pada program Sales, Selling, dan Coaching untuk individu dan perusahaan.
Didukung oleh trainer berpengalaman, Korpora Consulting menghadirkan solusi pelatihan untuk meningkatkan performa tim penjualan, memperkuat kemampuan negosiasi, dan mengembangkan skill coaching bagi para pemimpin tim. -
salesuniversity.id
Program pelatihan sales intensif untuk mengembangkan tenaga penjualan yang unggul, terlatih secara teknik, strategi, dan mindset. Solusi terbaik untuk meningkatkan closing rate tim Anda.




