Test Market – Belajar selling dari film Avengers:Endgame (3)

Apakah teman-teman sudah membaca tulisan yang sebelum nya? Bila belum silahkan baca dulu ya, 2 tulisan sebelumnya. Kita akan belajar selling melalui film Avengers:Endgames. Bila pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas bagaimana suatu ide itu bisa menjadi produk yang bisa menjadi nilai jual atau bisa terjadi selling. 2 pembahasan kemaren adalah bagaimana suatu ide akhirnya bisa terwujud menjadi produk yang siap jual. Bukan hanya ide atau angan-angan tapi sudah berbentuk produk yang bisa dilihat, dipegang, disentuh dan lainnya. Sudah ada nilai jual, selling point nya sudah ada. selanjutnya adalah test market

Kita akan masuk ke tahap selanjutnya, tahap ke 3.

Apakah produk tersebut sudah bisa kita jual? Bisa jawabnya. Tapi apakah sudah benar siap? Jawabnya belum, karena belum teruji produk tersebut. Apakah sudah layak jual dan “aman”. Pada tahap ini kita harus uji coba, atau test market produk tersebut. Misal produk yang mau kita jual itu adalah makanan, kita coba makanan tersebut sendiri atau bisa dibagikan ke tetangga atau teman. Kita bisa Tanya pendapatnya, bagaimana rasa nya atau mungkin bentuknya, packaging nya, dan lain sebagainya. Apakah sudah bisa dilakukan selling? Apa yang kurang dari produk tersebut harus kita perbaiki sehingga menjadi produk yang lebih baik. Jangan sampai produk kita luncurkan dengan bentuk yang asal. Maksudnya jangan sampai pelanggan kecewa akan produk tersebut. Pikirkan efek yang akan terjadi pada perusahaan tempat kita bernaung.

Kembali pada film Avengers:Endgame.

Apa yang dilakukan tim avengers setelah produk atau time machine buatan Bruce banner bisa dibuat berdasarkan ide Ant Man? Yaitu mereka melakukan uji coba / test market terlebih dahulu sebelum benar melakukan “selling” atau action untuk mengalahkan Thanos bila pada film ini.

test market

Apa yang terjadi saat uji coba / test market ? Produk tersebut bisa bekerja, tapi tidak sempurna karena waktu yang dibutuhkan tidak cukup. Dengan adanya masalah tersebut, artinya produk tersebut belum dapat di selling. Kembali mereka mencari tahu bagaimana memperbaikinya. Siapa yang membuat produk ini menjadi lebih baik dan bisa berfungsi? Iron Man yang menjadi kunci selanjutnya. Dia akhirnya bersedia bekerja sama dengan yang lainnya. Ide Antman yang sekedar wacana saja, bisa diwujudkan dengan kerja sama tim yang baik, antara Hulk dan IronMan.

Dan akhirnya produk tersebut siap untuk di jual. Selling bisa terjadi. Time travel bisa dilakukan, dan dunia bisa terselamatkan. Tapi pada tahap ini saja belum cukup untuk melakukan selling yang terbaik. Apa yang harus dilakukan pada tahap selanjutnya? Kita akan bahas ini pada tulisan selanjutnya. Sabar ya.

Posted in Artikel, Selling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *