Coaching 101 – Yang Menentukan Keberhasilan Kinerja

Selamat Pagi dan Apa kabar?

 

Sebagai seorang Leader di perusahaan, saya yakin Anda sudah biasa menghadapi tantangan untuk mencapai kinerja. Baik itu kinerja pribadi, team, atau departemen Anda.

 

Untuk simple-nya, pencapaian kinerja seseorang dipengaruhi dua hal, yaitu kemauan dan kemampuan. Apakah Anda setuju? Nah dari 2 hal tsb kita bisa petakan kondisi team kita seperti apa, dan jenis intervensi apa yang cocok. Ini berkaitan dengan artikel saya sebelumnya yang berjudul “Bedanya Coach dengan Profesi Lainnya.”.

 

Kita mulai ya. Dari sisi Kemauan, seseorang bisa Mau dan Tidak Mau. Dari sisi Kemampuan, seseorang ada yang Mampu dan ada yang Tidak Mampu. Kalo kita kombinasikan, maka akan terjadi 4 kuadran sbb:

 

  1. *Mampu dan Mau.* Ini adalah team yang ideal ya. Sebagai Leader, tugas Anda adalah memberikan *delegasi* kepada dia, dan bila ada kesempatan, mungkin sudah saatnya dia untuk mendapatkan *promosi*. Berarti Anda sudah berhasil dari sisi sebagai seorang Leader.

 

  1. *Tidak Mampu dan Mau.* Walaupun masih punya motivasi atau komitmen untuk bekerja, namun team seperti ini masih kurang kemampuannya baik itu dari sisi pengetahuan atau ketrampilannya. Artinya, dia masih perlu *training* untuk menambah kemampuannya, atau *coaching* untuk menerapkan ilmunya di tempat kerja dengan efektif. Dia mungkin juga butuh *mentoring* dari Anda, supaya pengalaman Anda bisa dia pelajari dan manfaatkan.

 

  1. *Mampu dan Tidak Mau.* Sebetulnya team seperti ini punya kemampuan tapi entah kenapa motivasinya atau komitmennya kok tidak ada. Mungkin dia punya masalah pribadi atau memang gak tertarik dengan tugas-tugasnya? Atau ada hal-hal lain? Sepertinya dia perlu *konseling* untuk menyelesaikan masalahnya. Atau dia mungkin perlu jenis *coaching* tertentu untuk menemukan lagi semangatnya atau motivasinya.

 

  1. *Tidak Mampu dan Tidak Mau.* Nah, seharusnya tipe yang seperti ini sudah difilter sejak tahap rekrutmen ya. Namun namanya manusia bisa saja yang tadinya di kuadran 3, 2, bahkan 1, bisa masuk ke kuadran ini. Sebagai awal, ada baiknya dia mendapatkan *konseling* lebih dulu, paling tidak untuk mendapatkan kemauannya. Setelah itu Anda bisa melakukan cara-cara di kuadran 2. Kalau tidak berhasil, Anda perlu mempertimbangkan untuk *merotasi* dia. Siapa tahu dia lebih cocok di jenis pekerjaan lain. Atau kalau gak ada pilihan, sudah saatnya dia masuk ke tahap *terminasi*. Karena bila kita pertahankan terus bisa jadi kita telah menghalangi rejeki dia dari tempat lain.

 

Nah, dengan cara sederhana di atas, sekarang Anda bisa mulai memetakan tiap team Anda kondisinya lagi di kuadran yang mana. Anda pun mulai tahu jenis perlakuan seperti apa yang cocok untuk dia.

 

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

 

 

Posted in Artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *