Berbagi Observasi vs Memberikan Umpan Balik

Salah satu keterampilan yang harus dikuasai seorang coach berbasiskan ICF adalah dia mampu membagikan observasi atau pengamatannya yang berpotensi untuk menciptakan pembelajaran atau kesadaran baru pada diri kliennya.

Lalu mengapa ICF menggunakan istilah “membagikan observasi” dan bukannya “memberikan umpan balik” ya?

International Coaching Federation | Allenati per l'Eccellenza

 

Kita perlu pahami bahwa ternyata pengamatan dan umpan balik bukanlah hal yang sama. Inilah perbedaannya:

  • Pengamatan bersifat deskriptif dan netral, sedangkan umpan balik bersifat evaluatif dan subyektif.
  • Pengamatan berfokus pada apa yang terjadi atau telah terjadi, sedangkan umpan balik berfokus pada apa yang seharusnya terjadi atau bagaimana cara memperbaikinya.
  • Pengamatan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan rasa ingin tahu, sedangkan umpan balik dimaksudkan untuk memberikan bimbingan dan arahan.
  • Berbagi pengamatan lebih sesuai dengan mindset coaching yang terbuka, penuh rasa ingin tahu, fleksibel, dan berpusat kepada klien, daripada memberikan umpan balik yang dapat menyiratkan sikap yang lebih mengarahkan atau menilai.
  • Berbagi pengamatan juga mengundang klien untuk merefleksikan kesadaran dan pembelajaran mereka sendiri, daripada bergantung pada masukan dari coach.

Agar kita lebih paham, berikut perbedaannya dalam bentuk contoh dimana seseorang melakukan presentasi di depan audiens. Berikut adalah beberapa perbedaan dalam cara menyampaikannya:

Berbagi pengamatan:

“Saya melihat Anda menggunakan banyak gerakan tangan saat berbicara. Apa artinya itu buat Anda?”
“Saya mendengar Anda mengucapkan kata ‘eh’ beberapa kali. Apa yang Anda sadari saat mengucapkannya?”
“Tolong koreksi bila saya salah, saya merasakan Anda tampak gugup dan tidak percaya diri. Boleh ceritakan apa yang Anda sebenarnya rasakan?”

Berbagi umpan balik:

“Anda harus mengurangi gerakan tangan Anda karena itu mengganggu perhatian audiens.”
“Kamu harus menghilangkan kata ‘eh’ dari ucapan Anda karena kesannya Anda kurang persiapan.”
“Sebaik Anda harus lebih percaya diri dan tenang saat berbicara karena itu akan meningkatkan kredibilitas Anda”

Nah, dari contoh di atas, kita bisa melihat bahwa berbagi pengamatan lebih bersifat objektif dan faktual, sedangkan berbagi umpan balik lebih bersifat subjektif dan normatif. Berbagi pengamatan juga lebih menghormati otonomi dan kreativitas orang lain, sedangkan berbagi umpan balik lebih mengasumsikan bahwa kita tahu apa yang terbaik untuk orang lain.

Kesimpulannya, berbagi pengamatan adalah cara yang ampuh untuk meningkatkan kesadaran dalam coaching. Cara ini dapat membantu klien mendapatkan kejelasan, kepercayaan diri, motivasi, dan tindakan. Cara ini juga dapat memperkuat kepercayaan dan hubungan antara coach dan klien, serta meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme coach.

Dengan berbagi pengamatan daripada memberikan umpan balik, coach dapat menghormati otonomi, kreativitas dan daya juang klien, dan mendukung mereka dalam mencapai tujuan dan potensi mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *