Coaching 101 – Akuntabilitas Coachee

Salam Semangat!

Coaching sebagai alat intervensi pengembangan SDM, merupakan metode yang lengkap. Maksudnya adalah, bukan hanya sampai mendapakan kesadaran baru dan mengetahui solusi yang terbaik untuk dirinya, seorang coachee pun akan difasilitasi agar bisa merancang rencana tindakan (action plan) yang spesifik dan jelas agar solusi yang dia pilih bisa diwujudkan. Bahkan tidak sampai situ. Apakah dengan mendapat kesadaran baru dan sudah membuat action plan berarti sudah dijamin coachee pasti akan melakukannya? Belum tentu. Untuk itu, seorang coach musti memastikan agar coachee pun pasti akan melakukan rencana yang sudah dia buat.

korpora coaching practitioner certification program
Action Plan

Kompetensi inti ICF berkaitan dengan hal ini adalah Managing Progress and Accountability, atau mengelola kemajuan dan akuntabilitas coachee. Seorang coach musti mampu memastikan agar coachee-nya tetap disiplin dan mau bertanggung jawab untuk melakukan apa yang dia katakan dan bertanggung jawab terhadap hasil-hasilnya.

Jadi, hal-hal apa sajakah yang seorang coach musti lakukan dalam memfasilitasi coachee agar tetap disiplin yang bertanggung jawab melakukan apa yang dia telah rencanakan? Utamanya adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, pastikan apakah rencana-rencana tsb sangat menarik bagi coachee untuk melakukannya. Apakah dia termotivasi untuk melakukannya?
  2. Lalu pastikan juga apakah akan ada yang dirugikan bila dia benar-benar melakukannya? Apalagi terhadap dirinya sendiri. Karena bila ada, sudah hampir pasti dia tidak akan melakukannya. Oleh karena itu, coachee musti memikirkan apa antisipasinya.
  3. Cek ke coachee, siapa yang akan memantau pelaksanaannya? Bagaimana dia tahu kalau dia sudah benar-benar melakukannya? Dan bagaimana dia tahu bahwa dia sudah berhasil melakukannya?
  4. Bila perlu, fasilitasi dia untuk menentukan apa hukumannya bila dia gagal melakukan rencananya? Dan apa hadiahnya bila dia berhasil melakukan rencananya? Ingat, hukuman dan hadiah musti dari dia sendiri. Serta pastikan bahwa hukuman dan hadiah ini berkaitan dengan berhasil tidaknya dia melakukan rencana tindakannya, bukan tentang dia mencapai goal akhirnya atau tidak. Jadi fokus ke proses.

Demikian hal-hal yang musti dilakukan seorang coach untuk menjaga agar coachee tetap berkomitmen menjalankan berbagai action plan yang dia sudah tetapkan sendiri.

Sudah banyak para manajer perusahaan yang telah belajar coaching skill 66 jam telah membuktikan aplikasinya, bukan hanya saat melakukan coaching namun saat memimpin

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

M. Adithia Amidjaja, PCC

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *