Coaching 101 – Coaching Credentials

Selamat Pagi dan Apa kabar?

 

Beberapa member WAG pernah japri ke saya. Intinya mereka bertanya, “Pak, apakah sembarang orang bisa mengaku sebagai seorang Coach? Apakah menjadi seorang coach itu ada sekolahnya? Bagaimana menjamin coach itu kompeten?”

 

Coaching memang hingga kini masih merupakan ilmu dan ketrampilan profesional yang sifatnya self-regulated. Artinya pemerintah mendelegasikan fungsi-fungsi regulasinya kepada pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan keahlian coaching. Mereka ini disebut self-regulating organizations. Perannya adalah menetapkan standar-standar teknis, edukasi, dan etika.

 

Self-regulating organizations menetapkan dan memelihara standar kompetensi dan perilaku.  Mereka mengawasi anggota-anggotanya dan menegakkan standar-standar itu dengan mendisiplinkan anggota yang gagal mematuhinya.

 

Setelah seseorang diterima sebagai anggota melalui berbagai proses pemastian kelayakan, self-regulating organization bertanggung jawab kepada publik untuk terus memastikan anggotanya tsb tetap kompeten. Mereka juga harus terus memenuhi standar profesional dan etika.

 

Salah satu self-regulating organizations untuk profesi Coach atau coaching adalah International Coach Federation (ICF). Di sebut salah satu, karena memang ada beberapa self-regulating organizations untuk coaching. Kebetulan saja ICF adalah yang terbesar dan banyak dipakai sebagai rujukan. Yes, tentunya self-regulating organizations tentang coaching yang lain memiliki strandar profesional dan etika yang berbeda dengan ICF.

 

ICF menetapkan standar-standar yang harus dipatuhi dan dipraktikan oleh para anggotanya. Ini mencakup kode etik, 11 kompetensi inti, dan kurikulum pendidikan sekolah coaching.

 

Apa buktinya bahwa anggota ICF telah memenuhi standar-standar itu? Untuk sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pelatihan yang kurikulum pendidikan coaching-nya telah memenuhi standar, maka ICF memberikan akreditasi. Bagi para individu yang telah memenuhi dan mampu mempraktikan kode etik dan 11 kompetensi inti, ICF memberikan kredensial kepada mereka.

 

Agar seorang Coach terus memiliki kredensialnya, dan agar lembaga pelatihan tetap diakreditasi oleh ICF, mereka harus terus memenuhi standar etika dan kompetensi, atau standar kurikulum ICF.

 

Saya akan menjelaskan lebih rinci mengenai kredensial seorang Coah di tulisan berikutnya.

 

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *