Coaching 101 – Melatih Team Anda Berpikir Kreatif

Selamat pagi dan apa kabar?

 

Teman saya yang seorang manajer di sebuah perusahaan perkapalan pernah curhat: “Bro, anak buah gue kok pada sulit berkembang ya? Maksud gue, mereka terlalu bergantung dengan gue. Tiap ada masalah selalu nanya padahal gue udah sering ngajarin dan kasih tahu ke mereka. Tapi bila mereka menghadapi masalah baru, pasti tanya ke gue lagi gue lagi. Lama2 capek juga dan hanya memikirkan hal itu itu aja, kayak gak ada kemajuan gitu. Gimana nih kalo kayak gini?”

korpora Coaching practitioner certification program

Saya yakin Anda pasti pernah mengalami hal seperti ini, kan?

 

Ketika saya mempelajari ketrampilan coaching dan mendalaminya hingga ke level PCC, saya menemukan banyak hal menarik tentang meningkatkan proses berpikir kreatif. Sebagai seorang atasan atau Leader, tugas Anda bukan hanya memastikan pekerjaan selesai namun juga musti mendidik team Anda agar lebih mandiri dan kreatif.

 

Mengapa? Karena bila team sudah mampu berpikir kreatif secara mandiri, mereka akan sanggup menyelesaikan problem-problem sehari-hari, sehingga tidak banyak bergantung dengan Anda. Akibatnya Anda menjadi punya banyak kebebasan waktu untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang lebih strategis untuk memajukan perusahaan. Akhirnya peran Anda sebagai atasan dan leader akan dipandang berhasil oleh perusahaan. Menarik kan?

 

Lalu bagaimana caranya?

 

Sebelum saya jelaskan, ini ada testimoni dari salah satu manajer sales yang pernah belajar coaching skill 66 jam (saya sudah ringkaskan):

 

“Pak, ternyata cara-cara bertanya yang diajarkan di kelas coaching program memang ampuh ya. Gak nyangka juga. Padahal saya gak lengkap mempraktikan cara meng-coaching-nya, hanya dengan bertanya-tanya. Awalnya sih memang lama ya prosesnya, sekitar 45 menitan untuk menggali solusi dari team saya. Biasanya klo saya langsung kasih jawaban paling hanya 5 sampai 10 menit. Setelah 2 bulanan baru kelihatan kemajuannya. Sekarang kalo saya gali mereka dengan 3-5 pertanyaan aja mereka sudah langsung dapat solusinya, jadi tanya jawab hanya 10 menitan. Dan frekuensi mereka datang untuk minta solusi jauh berkurang daripada dulu.”

 

Jadi apa bedanya? Tujuan utama coaching adalah memfasilitasi self discovery melalui proses berpikir kreatif yang di-coaching. Namanya juga self discovery, pasti maksudnya adalah dialah yang akan menemukan solusinya sendiri. Lalu proses berpikir kreatifnya dengan cara apa? Yaitu dengan teknik dan cara bertanya yang ampuh, yang diajarkan di kelas coaching 66 jam itu, yang merupakan salah satu dari 11 kompetensi inti seorang coach.

 

Bila yang di-coaching sudah semakin sering kita latih dengan ditanya-tanya seperti itu, neurologi pikirannya akan terbiasa untuk berpikir kreatif. Setelah beberapa lama, pikirannya malah melakukan self coaching. Maka gak heran nanti ketika hanya dipancing dengan beberapa pertanyaan saja pikirannya langsung aktif berpikir secara kreatif untuk menemukan beberapa alternatif solusi. Hebat ya.

 

Dan apa efeknya ini untuk Anda sebagai leader atau pimpinan? Lama kelamaan waktu Anda untuk mengurusi problem solving sehari hari akan semakn berkurang, sehingga Anda bisa mulai memikirkan hal-hal yang lebih utama sebagai seorang leader.

 

Ya. Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

 

M. Adithia Amidjaya, PCC

Posted in Artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *