Memahami produk – Belajar selling dari film Avengers:Endgame (2)

Masih ingat pembahasan yang lalu? Dengan ada nya ide atau produk yang akan kita tawarkan? Itu belum menjadi sesuatu yang bisa dijual oleh para sales. Belum bisa menjadi nilai selling untuk kita. Produk tersebut belum siap. Bagaimana caranya supaya siap? Kita masuk ke pembahasan point ke 2, Memahami produk.

Apa sih point ke 2 nya?

Yaitu menyiapkan ide menjadi produk atau memahami produk yang kita punyai.

Selling tidak akan terjadi dari sekedar munculnya wacana atau adanya suatu produk. Kenapa? Karena kita belum memahami apa manfaat dari produk tersebut, atau belum mengenal produk tersebut. Kita tidak akan bisa nekad maju melakukan selling bila kita belum paham akan produk tersebut. Kita mesti paham product knowledgenya.

Cari tahu dan pelajari ide atau produk tersebut. Bagaimana caranya supaya bisa menjualnya. Kepada siapa kita pergi atau menghubungi siapa? Supaya bisa paham. Tentunya kita pergi atau berdiskusi kepada orang yang lebih paham akan produk tersebut untuk belajar.

Pada film Avengers:Endgame ini juga terjadi. AntMan mempunyai ide tapi dia tidak mampu menjalankan ide tersebut sendirian. Dia tidak punya resource untuk itu. Baik itu tenaga, tim, dan lainnya. Apa yang akhirnya dilakukannya? Dia mencari orang yang bisa di hubungi untuk berdiskusi? Siapa yang dia cari pertama kali?

Leadernya yaitu Captain America. Dia menyampaikan semua idenya. Sampai disini, apakah solve? Apakah ide atau produk tersebut bisa di jual? Apakah selling sudah bisa dilakukan?

PEMAHAMAN PRODUK

Tentunya belum. Karena Captain America juga tidak mampu menjawabnya. Secara keilmuan dia tidak bisa mengeksekusinya. Tapi sebagai leader yang baik dia menampung ide tersebut dan mencoba mencari solusi selanjutnya. Apa yang dia lakukan? Dia bersama tim nya, pergi menemui orang yang lebih ahli dalam bidangnya ini. Mereka menemui Iron Man yang secara ilmu lebih paham dan mampu menjawab.

Selesaikah masalah tersebut? Ternyata tidak, ada masalah lain yang membuat Iron Man belum mau melakukan hal tersebut. Tapi itu tidak membuat Captain America putus asa mendapatkan “penolakan” tersebut. Apa yang dia lakukan selanjutnya? Dia langsung mencari orang lain yang bisa membantu menyelesaikannya. Yaitu Bruce Banner yang ternyata sudah berbaikan dengan Hulk.

Dari Bruce Banner lah akhirnya mereka dapat mendapatkan dan mengeksuksi bisa atau tidak nya ide ini dilakukan.

Artinya ide tersebut bisa diwujudkan menjadi produk. Sekarang sudah bukan ide lagi tapi sudah menjadi produk, sesuatu yang bisa kita lihat secara visual bukan angan-angan lagi. Selling bisa terjadi.

Apa proses selanjutnya yang harus dilakukan? Sebelum melaunching nya produk tersebut?

Kita akan bahas ini pada pembahasan selanjutnya ya.

Posted in Artikel, Selling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *