Kemajuan perusahaan diimbangi dengan pelatihan Karyawan

Sadarkah kita akan arti pentingnya karyawan untuk kemajuan perusahaan. Tanpa adanya karyawan yang bekerja untuk suatu perusahaan, jangan harap kelangsungan perusahaan tersebut akan bagus hasilnya. Mereka adalah asset yang sangat penting. kemajuan perusahaan tergantung dari para karyawan yang bekerja.

Dari karena hal tersebut. Asset tersebut mesti dikembangkan tidak bisa dibiarkan mereka berjalan tanpa arah yang jelas. Dengan cara apa mereka dikembangkan? Tentunya dengan memberikan pelatihan untuk para karyawan. Pelatihan jenis apa ya? Tentunya bisa disesuaikan dengan skill yang mereka butuhkan atau yang mereka kerjakan sekarang ini dalam divisinya.

Kadang ada karyawan yang bekerja tanpa arah jelas karena kesalahan manajemen dalam menempatkan mereka. Tidak sesuai skill dan knowledge yang mereka punya atau kuasai. Jadi yang ada mereka para karyawan perusahaan jadi bekerja seadanya saja.

Karyawan untuk kemajuan Perusahaan

 

Ini amat disayangkan bila terjadi. Ya mungkin memang manajemen mempunyai pemikiran lain, kenapa karyawan di tempatkan yang tidak sesuai skill nya pada suatu perusahaan. Tapi bila dibiarkan terus menerus, cepat atau lambat mereka karyawan akan kehilangan gairah kerja dan stop bekerja. Bisa mereka memilih berhenti atau kerja seadanya saja.

Solusi yang bisa diberikan adalah memberikan pelatihan untuk para karyawan. Pelatihan nya bisa berbagai bidang sesuai yang para karyawan butuhkan. Misal kan mereka butuh skill selling berikanlah pelatihan selling kepada karyawan tersebut. Atau misal ada masalah karena komunikasi, berikan lah pelatihan komunikasi untuk karyawan tersebut.

Jadi dengan demikian para karyawan tersebut dapat memberikan sumbangsih, tenaga, dan pikirannya untuk kemajuan perusahaan. bila kemampuan mereka sudah jauh lebih baik dengan diberikan pelatihan yang memadai tentunya jalannya perusahaan akan jauh lebih baik dari yang sebelumnya. tentunya sebagai pemilik perusahaan akan menyukai hal tersebut. pelatihan untuk para karyawan ini sangat penting ya teman-teman. jangan anggap hal ini terlewatkan begitu saja.

kemajuan perusahaan berarti jalannya perusahaan akan lebih baik dan sehat. dan dampaknya akan kembali ke para karyawan itu sendiri. dengan lingkungan yang sehat, mereka akan nyaman bekerja. bisnis akan baik dan berjalan terus.  ingat ya teman-teman akan pentingnya pelatihan bagi karyawan ini.

Leadership Iron Man dalam film Avengers (3)

kita bisa belajar leadership dari IronMan, Sosok yang tidak bisa dipisahkan dari tim avengers adalah sang flamboyan Tony Stark, Iron Man. Kita juga bisa belajar leadership dari 1 karakter yang ini. Walau terlihat nyeleneh, tapi memiliki sifat seorang leader atau pemimpin. Kita pelajari yuk, leadership dari sosok Ironman.

Seperti kita tahu, dialah sang pemimpin perusahaan nya dari sang ayah, Stark Enterprise. Semua pegawai nya patuh atas perintahnya. walau usahanya berubah tidak membuat senjata lagi, yang bisa dibilang ini keuntungan paling besar yang didapat dari Stark Industry, tapi dia tidak peduli. Dia membuat visi misi yang baru dan dapat di jalankan oleh tim nya. Sudah terlihat, jiwa leadershipnya menurun dari sang ayah. Dan tentunya pengalaman hidupnya.

leadership Iron Man

Jiwa leadership Iron man makin terasah sewaktu di perbantukan di program avengers. Walau kadang dirinya masih dibayang-bayangi oleh Steve Roger (Captain America) sebagai seorang leader. Tapi tidak mematahkan semangatnya untuk tetap berjuang bersama. Terlihat pada waktu civil war, dia menjadi pemimpin tim nya. Dan menjadi leader bagi tim nya. Dia merasa apa yang di lakukan itu benar menurutnya. Tidak peduli sahabat-sahabatnya sendiri yang menjadi lawannya. Bagi pemimpin bila menurutnya sudah benar maka akan dijalankan terus. Pengalaman-pengalaman inilah yang membuat dirinya makin membentuknya menjadi seorang pemimpin atau leader yang hebat.

Walau dirinya pernah merasa sangat terpukul karena kehilangan anak didiknya Spiderman, bisa dilihat di dalam film avengers end game, dimana Tony Stark benar-benar terpuruk bertahun-tahun karena kehilangan spiderman. tapi berjalannya waktu, akhirnya dia mampu bangkit dari keterpurukannya. Dan mampu menjadi seorang pemimpin dalam proyek time machine. Sebagai seorang leader dia mampu berdamai dengan masa lalu nya. Dan membuatnya itu menjadi energi baru untuk terus berjuang. Meskipun nyawa lah yang menjadi taruhannya.

 

Ini beberapa tindakan dari Iron Man sang flamboyan, belajar dari pengalaman hidupnya, ilmu leadership terus bertumbuh dan membentuk karakter inilah Tony Stark. Bagaimana menurut teman-teman? Menarik bukan? Kita bahas karakter lainnya di tulisan selanjutnya.

Pentingnya Pelatihan bagi Perusahaan

Pentingnya Pelatihan bagi Perusahaan

Seiring dengan perkembang jaman yang makin modern dan high tech ini, mau tidak mau berbagai perusahaan saling berpacu 1 dengan lainnya. Siapa yang bertahan akan survive, sementara yang tidak akan segera punah atau bangkrut perusahaan tersebut. biasanya diisi dengan diberikan pelatihan supaya bisa survive.

Bagaimana dengan tempat perusahaan anda bekerja, apakah sudah mengikuti perubahan jaman ini? Apakah perusahaan tempat anda bekerja aman? Atau malah sebaliknya diambang kepunahan ? sudah kah diberi pelatihan di perusahaan teman-teman.

Bagaimana para karyawan perusahaan yang bekerja dalam melakukan job desk nya sehari-hari? Apakah mengalami kesulitan dalam pekerjaannya? Misal tidak paham apa yang harus dilakukan. Kebingungan di berbagai divisi. Dan lain sebagainya. ini yang menjadi tolak ukur dengan perusahaan memberikan pelatihan.

Apakah anda seorang HRD? Pemimpin Perusahaan? General Manager? Operating Manager? Dan sejenisnya? Sudahkah teman-teman mencek ke diri perusahaan masing-masing. Bagaimana perkembangannya. Hanya perusahaan yang mampu bertahan dan terus berkembang yang akan selamat dari kepunahan. pemberian pelatihan menjadi hal yang sangat penting. Pertanyaannya, apakah teman-teman terus belajar untuk itu? dan melakukan pelatihan itu ?

Dari mana teman-teman belajar? Ada yang mungkin dari belajar buku, belajar dari kawan, belajar dari mentor, mungkin ada yang belajar dengan pelatih ternama. Mulai dari yang gratisan via youtube mungkin sampai yang jutaan bahkan milyar an akan dikeluarkan oleh seseorang atau suatu perusahaan bila mereka sudah sadar akan pentingnya suatu pelatihan. perusahaan yang bisa survive adalah yang mampu memberikan pelatihan.

pentingnya pelatihan bagi perusahaan

Baik itu untuk perkembangan diri masing-masing atau untuk perusahaan.

Banyak jenis pelatihan diluar sana tersedia, mulai dari selling, marketing, komunikasi, leadership, dan lain sebagainya. Tinggal teman-teman cari sendiri pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan perusahaan. perusahaan tinggal menyesuaikan pelatihan apa yang cocok.

Ada baiknya kita dapat mencek ke masing-masing divisi tempat perusahaan anda. Apakah mereka mengalami masalah dalam bekerja. perusahaan bisa memberikan jenis pelatihan dan trainingnya dapat disesuaikan dengan masing-masing divisi. Tujuannya yaitu mengembangkan dan menambah pengetahuan dari masing-masing personil divisi tersebut. Yang pada akhirnya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan untuk kemajuan perusahaan tentunya karena telah menempuh pelatihan atau training.

Perusahaan yang baik pasti akan memberikan pelatihan bagi para karyawannya. Karena ini untuk perkembangan mereka dan untuk kemajuan perusahaan tentunya. Pelatihan secara berkala yang diberikan perusahaan akan sangat membantu perkembangan perusahaan lebih lanjut.

Pemilihan training yang tepat juga menjadi krusial, kesalahan dalam memilih jenis training bahkan sampai para trainernya juga memegang peranan penting dalam berhasil atau tidaknya pelatihan tersebut bagi kemajuan perusahaan. Pilihlah tempat training atau pelatihan yang sudah jelas kualitasnya. Cara paling mudah untuk mencek, tinggal lihat testimony dari para peserta sebelumnya atau mendapatkan refrensi dari yang lainnya. Kenapa? Karena dengan mengambil pelatihan ini tentunya menginginkan hasil yang baik untuk perusahaan.

Banyak para penyedia pelatihan perusahaan diluar sana, bisa dicek kualitasnya dari web nya mungkin, atau berita di sosmed juga biasanya ada. Tempat yang menyediakan pelatihan perusahaan yang baik dan bagus biasanya memiliki itu semua untuk memberikan info sejelas-jelasnya.

Jadi jangan sampai salah memilih pelatihan untuk perusahaan anda.

Sudah siapkah teman-teman melesat dengan perusahaan anda bekerja? Atau malah terperosok jatuh ke bawah karena tidak berkembang sesuai kemajuan jaman? Pentingnya Pelatihan karyawan bagi perusahaan dan diri itu penting. Segera lah kita berkembang dengan mengambil pelatihan-pelatihan untuk perusahaan dan diri anda.

Pilihan ada di tangan teman-teman. Ingin belajar terus atau berhenti berkembang? Pelatihan perusahaan dan pelatihan diri sangat penting. Silahkan teman-teman memilih pelatihan perusahaan yang pas untuk anda dan perusahaan.

Belajar Leadership dari karakter Avengers (2)

Captain America

Kita tentunya sangat setuju, dengan pendapat ini. Dia lah pemimpin atau leader dari tim avenger. Atau mungkin ada teman-teman yang berpendapat lain. Tidak menjadi masalah. Kita bahas yuk. Seperti kita tahu, Steve Roger alias Captain America telah belajar leadership ini dari pengalaman hidup nya selama ini. Dimulai dari masa kecil yang dia dibully dan masuk ke tentara waktu jaman perang dunia ke 2. Disana dia belajar leadership. Dia mampu membedakan mana yang benar dan salah menurut visi dan misi nya dia.

 

leadership captain america

 

Dia siap berkorban untuk sahabat-sahabatnya yang maju di medan perang. Menunjukan jiwa leadership yang luar biasa, disaat sahabat sejatinya terluka bahkan dia melihatnya dengan langsung “kematian” sahabatnya ini. Tidak terlalu berduka, dia mampu berdiri menjadi pemimpin untuk menumpas musuhnya.

Sebagai leader yang baik dia terus belajar walau jaman telah berganti. Aura kepimpinan nya tidak pudar. Orang-orang segan dan patuh kepadanya. Disaat perang di New york (Avengers 1) kita melihat tim avengers pada awalnya porak poranda, kebingungan mau berbuat apa. Tapi dengan yakin captain America, maju mengambil alih sebagai leader dan pemimpin.

Walau, terjadi perpecahan dengan Iron man, tapi tim nya tetap percaya dengan visi dan misi pemimpin mereka sang kapten. Dia mampu memimpin dan menjadi leader bagi mereka, walau harus sembunyi dari pantauan temannya sendiri. Dan hidup sebagai buronan, tapi tidak mengurangi jiwa leadership nya. (Captain America : Civil War)

leadership captain america

Avengers Leadership

Beberapa kali dia mampu memberikan semangat kepada rekan-rekan seperjuangannya. Sebagai leader dan pemimpin yang fenomenal dia sering kali ‘berpidato’ yang mampu menyemangati mereka yang sedang down. Dan mereka sangat takjub dengan jiwa leadership Captain America. Seperti tersihir oleh kata-kata pemimpin mereka ini, mereka langsung patuh dan menjalankan perintahnya.

 

Ini beberapa tindakan dari sang kapten amerika, ilmu leadership nya sangat luar biasa. Tidak perlu dipertanyakan lagi, dialah sang pemimpin dan leader dari tim Avengers. Bagaimana menurut teman-teman? Menarik bukan? Kita bahas karakter lainnya di tulisan selanjutnya.

Pelatihan karyawan penting untuk kemajuan perusahaan.

Sadarkah kita akan arti pentingnya karyawan untuk kemajuan dari perusahaan. Tanpa adanya karyawan yang bekerja untuk suatu perusahaan, jangan harap kelangsungan perusahaan tersebut akan bagus hasilnya. Mereka adalah asset yang sangat penting. Dari karena hal tersebut. Asset tersebut mesti dikembangkan tidak bisa dibiarkan mereka berjalan tanpa arah yang jelas. Dengan cara apa mereka dikembangkan? Tentunya dengan memberikan pelatihan untuk para karyawan. Pelatihan jenis apa ya? Tentunya bisa disesuaikan dengan skill yang mereka butuhkan atau yang mereka kerjakan sekarang ini dalam divisinya.

pelatihan karyawan

Kadang ada karyawan yang bekerja tanpa arah jelas karena kesalahan manajemen dalam menempatkan mereka. Tidak sesuai skill dan knowledge yang mereka punya atau kuasai. Jadi yang ada mereka para karyawan perusahaan jadi bekerja seadanya saja.

Ini amat disayangkan bila terjadi. Ya mungkin memang manajemen mempunyai pemikiran lain, kenapa karyawan di tempatkan yang tidak sesuai skill nya pada suatu perusahaan. Tapi bila dibiarkan terus menerus, cepat atau lambat mereka karyawan akan kehilangan gairah kerja dan stop bekerja. Bisa mereka memilih berhenti atau kerja seadanya saja.

Solusi yang bisa diberikan adalah memberikan pelatihan untuk para karyawan. Pelatihan nya bisa berbagai bidang sesuai yang para karyawan butuhkan. Misal kan mereka butuh skill selling berikanlah pelatihan selling kepada karyawan tersebut. Atau misal ada masalah karena komunikasi, berikan lah pelatihan komunikasi untuk karyawan tersebut. Atau pelatihan lainnya. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan tersebut.

Mengapa ini menjadi penting? Karena mereka lah yang menjadi ujung tombak kemajuan perusahaan. Menjadi lebih baik atau malah hancur semua tergantung dari kemampuan kita sebagai pemimpin memberikan arahan kepada para karyawan dalam bekerja. Bila kita mampu, lakukan lah sendiri. Bila tidak mampu, ada baiknya mencari tempat atau orang yang biasa melakukan pelatihan karyawan ini.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu membuat arah yang jelas akan kemajuan para karyawannya. Bila kita baik kepada mereka. Mereka juga akan membuat hal yang sama untuk kemajuan perusahaan.

Leadership Thanos karakter Avengers (1)

Thanos

Belajar Leadership dari karakter penjahat seperti Thanos? Apa yang bisa kita pelajari dari karakter penjahat 1 ini ya? Apa ada manfaat leadership nya ya? Jangan salah, kita jangan melihat segala sesuatu dari sisi negatifnya saja. Kita mesti balance dalam melihat suatu perkara. Ada sisi positif yang bisa kita pelajari dari Thanos dari sisi seorang leadership.

Yuk, kita bahas lebih detil.

leadership dari Thanos

Thanos sebagai Leader

Kita bisa belajar ilmu leadership dari Thanos ini. Bagaimana kita melihat tim dan anak buah nya bisa patuh dari kepemimpinan Thanos ini. Mereka sangat patuh walau idenya itu mungkin aneh buat mereka. Tapi mereka percaya apa yang Thanos lakukan adalah yang terbaik untuk dunia. Mereka yakin pemimpin mereka akan melakukan yang terbaik untuk mereka.

Sebagai leader Dia penuh motivasi yang tinggi, walau dia melihat hambatan yang akan ada didepan. Pemimpin yang baik, tetap yakin dengan goal yang telah ditetapkan dari awal. Tidak peduli halangan dari lawan-lawannya. Walau nyawa yang akan menjadi taruhannya. Sebagai pemimpin yang baik dia menjalankan ilmu leadershipnya dengan baik.

Dia punya visi misi yang sangat jelas dan konsisten. Dan sebagai pemimpin atau leader, dia menerapkan visi dan misi nya ini menjadi goal yang solid. Sehingga anak buahnya atau tim nya mampu menterjemahkan ke semua nya ini menjadi sebuah tindakan. Walau terlihat aneh yang mereka lakukan, kok mau-maunya patuh dengan leader seperti itu. Tapi itu yang terjadi, mereka mampu menjadi anak buah yang baik bagi sang pemimpin Thanos.

Ciri leadership atau pemimpin yang baik lainnya adalah, dia memberikan penghargaan yang luar biasa kepada tim nya yang berhasil. Dan bila ada yang melakukan kesalahan dia berani mengambil resiko supaya anak buahnya untuk menebusnya dan memperbaikinya. Sehingga mereka itu sangat patuh dan segan kepada sang leader atau pemimpin Thanos.

Itu beberapa ilmu leadership dari sang karakter villain fenomal, Thanos. Bagaimana menurut teman-teman? Menarik bukan? Kita bahas karakter lainnya di tulisan selanjutnya.

Coaching 101 – Membangun Kesamaan

Salam Semangat!

Fondasi dari semua macam percakapan coaching adalah rasa nyaman dan kepercayaan di antara coach dan coachee-nya. Untuk itu, seorang coach yang efektif musti terampil dalam membamgun kepercayaan dan keakraban kepada coachee-nya. Kemampuan ini merupakan kompetensi inti ICF.

korpora coaching practitioner certification program

Business lecture

Saya pernah membahas satu bagian dari kompetensi ini, yaitu tentang ice breaking menggunakan metode FORD. Sekarang saya ingin membahas mengenai sisi kepercayaannya.

Level kepercayaan yang ditunjukan coachee dipengaruhi kenyamanan yang dia rasakan terhadap coach-nya. Jadi intinya, seorang coach musti membamgun kenyamanan terlebih dahulu. Ini biasanya disebut rapport.

Jadi apa yang membentuk rapport? Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa rapport mudah terjadi ketika ada tingkat “kesamaan” yang tinggi diantara dua orang. Secara bawah sadar, kita merasa lebih nyaman dengan orang yang ada “kesamaan” dengan kita, sehingga kita menjadi lebih santai dan terbuka kepada dia.

Hal-hal apa sajakah yang kita bisa “samakan” sehingga membangun rasa nyaman? Ada beberapa aspek yang bila kita “samakan” dengan coachee maka akan meningkatkan derajat kenyamanan, yaitu:

  • Penampilan fisik/pakaian;
  • Bahasa tubuh/gestur fisik;
  • Kualitas suara;
  • Gaya bahasa/kata-kata yang digunakan, lalu
  • Keyakinan dan nilai diri

Kesemua hal di atas akan meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan coachee kepada kita, sehingga dia akan membuka diri untuk bercerita tentang kondisi dirinya.

Saya akan membahas beberapa aspek di atas di tulisan-tulisan berikutnya.

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

M. Adithia Amidjaya, PCC

Coaching 101 – Coach yang Profesional

Salam Semangat!

Coaching memang hingga kini masih merupakan ilmu dan ketrampilan profesional yang sifatnya self-regulated. Artinya pemerintah mendelegasikan fungsi-fungsi regulasinya kepada pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan keahlian coaching. Mereka ini disebut self-regulating organizations. Perannya adalah menetapkan standar-standar teknis, edukasi, dan etika profesi. Penjelasan lebih banyak tentang hal ini ada di tulisan saya sebelumnya, berjudul “Coaching Credential.”

coaching practitioner program

coach profesional

International Coach Federation (ICF), sebagai salah satu self-regulating organizations, menetapkan standar-standar yang harus dipatuhi dan dipraktikan oleh para anggotanya. Ini mencakup kode etik, 11 kompetensi inti, dan kurikulum pendidikan sekolah coaching. ICF mengawasi anggota-anggotanya dengan menegakkan standar-standar itu dan mendisiplinkan anggota yang gagal mematuhinya.

Untuk para individu yang telah memenuhi dan mampu mempraktikan kode etik dan 11 kompetensi inti, ICF memberikan kredensial kepada mereka sehingga layak disebut sebagai Coach profesional. Agar para Coach terus memiliki kredensialnya, mereka harus terus memenuhi standar etika dan kompetensi ICF.

Tertarik untuk menjadi seorang Coach profesional? Berikut adalah 3 level kredensial yang diberikan ICF kepada para individu coach, dengan persyaratan utamanya masing-masing:

  1. ACC (Associate Certified Coach). Ini adalah kredensial level awal dari ICF. Persyaratannya adalah Anda musti sudah lulus minimal 60 jam pelatihan coaching yang diakreditasi ICF, minimal 100 jam terbang coaching, telah mengikuti 10 jam mentoring, dan mengirim 1 rekaman coaching untuk dinilai.
  2. PCC (Professional Certified Coach). Ini adalah kredensial level selanjutnya dari ICF. Persyaratannya adalah Anda musti sudah lulus minimal 125 jam pelatihan coaching yang diakreditasi ICF, minimal 500 jam terbang coaching, telah mengikuti 10 jam mentoring, dan mengirim 1 rekaman coaching untuk dinilai.
  3. MCC (Master Certified Coach).Ini adalah kredensial level teratas dari ICF. Persyaratannya adalah Anda musti sudah lulus minimal 200 jam pelatihan coaching yang diakreditasi ICF, minimal 2500 jam terbang coaching, telah mengikuti 10 jam mentoring, dan mengirim 2 rekaman coaching untuk dinilai.

Selain persyaratan tiap level di atas, ada persyaratan umum yaitu lulus ujian online yang disebut Coach Knowledge Assessment. Ini adalah ujian online untuk menilai pengetahuan dan pemahaman Anda tentang kode etik ICF.

Mengapa sampai ada 3 level? Tiap level kredensial memiliki level penguasaan 11 kompetensi yang semakin dalam. Hal ini juga untuk memenuhi kebutuhan klien coaching yang berbeda-beda.

Jangka waktu tiap level kredensial di atas adalah 3 tahun, lalu musti diperpanjang. Persyaratan untuk memperpanjangnya adalah Anda musti membuktikan komitmen untuk terus pengembangkan kompetensi coaching minimal sebanyak 40 jam dalam waktu 3 tahun tersebut.

Jadi, bila memang serius dan berkomitmen untuk menjadi seorang Coach profesional sehingga dapat membuktikan akuntabilitas Anda kepada klien dan masyarakat secara umum, maka musti menjalani sederet persyaratan di atas.

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

M. Adithia Amidjaya, PCC

Coaching 101 – Coaching Credentials

Salam Semangat!

Beberapa member WAG pernah japri ke saya. Intinya mereka bertanya, “Pak, apakah sembarang orang bisa mengaku sebagai seorang Coach? Apakah menjadi seorang coach itu ada sekolahnya? Bagaimana menjamin coach itu kompeten?”

Profesi Coach

Coaching memang hingga kini masih merupakan ilmu dan ketrampilan profesional yang sifatnya self-regulated. Artinya pemerintah mendelegasikan fungsi-fungsi regulasinya kepada pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan keahlian coaching. Mereka ini disebut self-regulating organizations. Perannya adalah menetapkan standar-standar teknis, edukasi, dan etika.

Self-regulating organizations menetapkan dan memelihara standar kompetensi dan perilaku.  Mereka mengawasi anggota-anggotanya dan menegakkan standar-standar itu dengan mendisiplinkan anggota yang gagal mematuhinya.

Setelah seseorang diterima sebagai anggota melalui berbagai proses pemastian kelayakan, self-regulating organization bertanggung jawab kepada publik untuk terus memastikan anggotanya tsb tetap kompeten. Mereka juga harus terus memenuhi standar profesional dan etika.

Salah satu self-regulating organizations untuk profesi Coach atau coaching adalah International Coach Federation (ICF). Di sebut salah satu, karena memang ada beberapa self-regulating organizations untuk coaching. Kebetulan saja ICF adalah yang terbesar dan banyak dipakai sebagai rujukan. Yes, tentunya self-regulating organizations tentang coaching yang lain memiliki strandar profesional dan etika yang berbeda dengan ICF.

ICF menetapkan standar-standar yang harus dipatuhi dan dipraktikan oleh para anggotanya. Ini mencakup kode etik, 11 kompetensi inti, dan kurikulum pendidikan sekolah coaching.

Apa buktinya bahwa anggota ICF telah memenuhi standar-standar itu? Untuk sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pelatihan yang kurikulum pendidikan coaching-nya telah memenuhi standar, maka ICF memberikan akreditasi. Bagi para individu yang telah memenuhi dan mampu mempraktikan kode etik dan 11 kompetensi inti, ICF memberikan kredensial kepada mereka.

Agar seorang Coach terus memiliki kredensialnya, dan agar lembaga pelatihan tetap diakreditasi oleh ICF, mereka harus terus memenuhi standar etika dan kompetensi, atau standar kurikulum ICF.

Saya akan menjelaskan lebih rinci mengenai kredensial seorang Coah di tulisan berikutnya.

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

M. Adithia Amidjaja, PCC

Coaching 101 – Perencanaan Strategis Coaching

Salam Semangat!

coaching practitioner program

Planning and Goal Setting

Bagaimana selama ini Anda sebagai seorang Leader mengembangkan team? Apakah dilakukan secara insidentil sesuai kebutuhan, atau secara strategis?

Secara insidentil sebetulnya pengembangan yang bersifat korektif. Bila terjadi masalah baru diperbaiki. Strategis maksudnya pengembangan team yang dikaitkan dengan kebutuhan perusahaan, lalu dibuat perencanaan pengembangan jangka panjang, menengah, dan pendeknya. Jadi team dikembangkan secara terencana untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Sebetulnya, jenis pengembangan secara srategis ini juga dicakup di salah satu dari 11 kompetensi ICF. Namanya adalah Planning and Goal Setting. Mengenai Goal Setting pernah saya jelaskan di tulisan sebelumnya. Sekarang saya ingin menjabarkan mengenai perencanaan pengembangan team, khsususnya tentang perencanaan coaching.

Coaching yang powerful adalah yang dilakukan secara strategis dan terencana. Tahapan yang biasanya dilalui adalah sebagai berikut:

  1. Sepakati visi bersama. Gali dari coachee, dia ingin kedepannya menjadi seperti apa? Apakah itu dari sisi peningkatan karir, kepemimpinan, kompetensi, dll. Hal ini juga bisa juga dengan mengkaitkan visi dan strategi perusahaan, lalu ke strategi divisi atau departemen Anda;
  2. Tetapkan tujuan yang lebih solid. Gunakan metode SMART Goal, seperti di tulisan saya sebelumnya, “Goal Setting”;
  3. Susun rencana-rencana untuk mencapai goal tsb. Pastikan juga rencana-rencana ini memiliki indikator keberhasilannya.
  4. Susun program coaching. Ini musti dibuat secara jelas dan detil dalam rangka pencapaian rencana-rencana tsb.

Dengan melakukan proses-proses di atas, program coaching Anda menjadi sangat berdampak terhadap karyawan dan perusahaan. Pada akhirnya Anda sebagai Leader akan merasakan manfaatnya.

Belajar Coaching Skill 66 Jam secara LENGKAP dan FUN akan memberikan hasil perbaikan di kehidupan pribadi dan profesional kita.

M. Adithia Amidjaya, PCC