Cara menjadi Sales Sukses

Banggalah kita bila kita mengemban pekerjaan sebagai seorang sales. Kenapa kita harus bangga? Karena majunya bisnis suatu usaha itu ditangan seorang sales. Beban menjadi dipundak kita sebagai sales. Tanpa adanya seorang sales, dipastikan bisnis suatu usaha tidak akan berjalan. Keuntungan suatu usaha ada di tangan sales. Jadi jangan anggap remeh pekerjaan seorang sales. Sales sukses impian para sales.

 

Bisa di katakan, gaji para karyawan itu tergantung dari berhasilnya pekerjaan sales. Tanggung jawab sales itu cukup besar. Diperlukan pengetahuan yang cukup dalam melakukan pekerjaannya. Performa mereka sangat diharapkan selalu bagus setiap harinya, walaupun ada masalah yang sedang dihadapi.

sales sukses

Apa sih yang harus dikembangkan bila ingin menjadi sales sukses yang bagus ?

  1. Kembangkan pemahaman akan produk atau jasa.

Sales wajib paham akan produk atau jasa yang dijual atau ditawarkannya kepada calon kliennya. Dengan makin paham akan segala benefit dan fitur dari produk dan jasa yang diakan dijual, maka tingkat closing akan semakin bagus dan besar. Dimana sales mendapatkan semua informasi tersebut? Bisa dapat menghubungi managernya, buku informasi, dan lain sebagainya. Sales harus mampu belajar baik secara mandiri atau melalui orang lain.

  1. Berkomunkasi yang baik.

Sales sukses akan berhadapan langsung dengan para pembeli atau kliennya. Kemampuan berkomunikasi sales diharapkan baik. Sales harus mampu menyampaikan segala informasi baik mengenai produk / jasa secara mendetil tanpa ada kesalahan. Misal cara membeli, pembayaran, pengantaran, cara pakai, dan lain sebagainya. Bila klien complain atau kecewa, sales sebagai ujung tombak harus mampu meredam dan mengatasi masalah tersebut. Kembali kemampuan berkomunikasi harus baik, tingkat sabar tanpa emosi dalam menghadapinya.

  1. Menyusun strategi penjualan.

Sebelum maju menemui calon klien, diharapkan sales sukses mempunyai strategi yang baik. Yaitu bagaimana caranya bisa menjual produk / jasa yang dipunyai ke pasar? Kemana sales akan menjualnya? Kepada siapa akan menjualnya? Dan lain sebagainya. Wajib mempunyai strategi bila mendapatkan penolakan saat presentasi atau menawarkan.

  1. Penampilan yang menarik.

Karena berhubungan dengan klien secara langsung, sales sukses bertatap muka langsung maka mau tidak mau penampilan kita sales mesti bisa menarik di mata mereka. Disini bukan berarti harus cantik dan ganteng ya. Penampilan sales itu bisa berarti dari cara berpakaian yang rapi tidak asal, dandanan wajah yang baik, rambut tidak berantakan misalnya. Terkadang ada sales yang menggunakan kendaraan bermotor dalam melakukan selling. Tidak masalah, sempatkan diri ke kamar mandi sebentar untuk merapikan pakaian, gunakan parfum, dan lain sebagainya.

Bila hal-hal tersebut bisa dilakukan dengan baik, niscaya tingkat kepercayaan diri kita sebagai sales akan tumbuh. Maka tanggung jawab pekerjaan kita sebagai sales akan terasa ringan. Lakukan semua dengan dimulai dengan senyuman, maka semua akan baik-baik saja.

 

Belajar selling dari film Avengers:Endgame (5)

Peran strategi sales yang bagus akan sangat berperan dalam jumlah penjualan. Kita bahas ya mengenai What, where, when, who dan how nya ya. Apa yang bisa kita ambil dari film Avengers:Endgame ini bila dihubungkan dengan dunia sales dan selling.

 

Who / Siapa.

Mereka membagi tim menjadi 4 tim yang terdiri dari,

Tim A. Captain Ameica, Iron Man, Ant Man, dan Hulk

Tim B. Thor dan Rocket

Tim C. Nebula dan War Machine

Tim D. Black Widow dan Hawkeye

Strategi sales

Ini kerja tim, kita tidak bisa pergi ke semua tempat secara bersamaan. Kita melakukan selling pada tempat tertentu. Dengan adanya tim, penyebaran produk akan cepat terlaksana.

 

When & Where, (Kapan dan Dimana)

Disini mereka mengatur ke waktu dan ke lokasi mana mereka harus pergi, karena salah waktu dan lokasi bisa fatal akibatnya.

Tim A, Iron man, Captain Amerika, dan Ant Man pergi ke tahun 2012 New York (saat terjadinya film Avengers 1) dan 1970 (karena adanya masalah, akhirnya diputuskan kembali ke waktu dan tempat batu yang diinginkan itu ada)

Tim B, Thor ke Asgard pada tahun 2013 (ini kejadian film Thor Dark World)

Tim C, pergi ke tahun 2014 (kejadian pada film Galaxy of Guardian 1 dimulai) dan Tim D mereka pergi ke Vormir tahun 2014 juga, mereka kemasa dimana batu soul belum di dapat oleh Thanos. Karena ke efesienan waktu dan resource 2 tim ini pergi kemasa yang sama.

 

Waktu yang salah dalam melakukan selling hasilnya tidak baik. Timing cukup berperan dalam melakukan selling. Begitu juga lokasi yang dituju, kenapa kita melakukan selling di tempat itu. Tentu ada alasannya misal lokasi nya strategis. pemilihan strategi penjualan yang tepat akan sangat membantu tim sales dalam menjalankan tugasnya.

Kita bahas point yang lain ya pada pembahasan selanjutnya nanti.

Mengembangkan Bisnis yang baik

Cita-cita pebisnis dimana pun pasti ingin tetap mendapatkan dan mengembangkan bisnis nya sehingga penghasilan tetap mengalir dari bisnisnya itu. Tidak ada orang di mana pun yang ingin bisnis nya merugi dan akhirnya bangkrut. Jadi bagaimana cara nya supaya bisnis ini bisa mengembang dengan baik dan menghasilkan income ya.

Bisa dilihat dari beberapa factor. Untuk memastikan bisnis ini berkembang dan tetap berjalan dengan baik, periksa beberapa hal ini :

Mengembangkan Bisnis

  1. Orang yang tepat.

Pastikan orang yang menjalankan bisnis ini adalah orang yang tepat. Yang artinya adalah orang yang mempunyai kemampuan dan ilmu pengetahuan mengenai bisnis yang dijalankan. Siapa orang ini? Bisa diri kita sendiri sebagai owner atau pemilik. Dan bisa juga orang yang kita percayai dalam menjalankannya. Mengembangkan bisnis menjadi baik hal mudah bila dijalankan oleh orang yang tepat pada posisinya.

  1. Pahami produk

Bagaimana kemampuan para pebisnis dalam mendalami produk yang mereka kelola? Apakah sudah benar-benar memahami akan produknya. Mengembangkan bisnis akan menjadi mudah bila produk yang dijual itu bisa kita pahami secara detil apa yang kita jual. Hal yang paling basic adalah, apa sih manfaat dari produk yang di jual ini untuk para pembeli. Jangan sampai begitu ditanyakan oleh calon pembeli, kita tidak mampu menjelaskannya dan malah kebingungan sendiri. Yang ada calon pembeli malah menjadi ragu akan produk tersebut dan akhir malah mundur dan membeli dari competitor kita. Artinya bisnis kita bukannya mengembang malah menurun.

  1. Kemampuan para Marketing dalam menjual

Sudah tepatkah para marketing yang kita punyai dalam mengembangkan bisnis yang kita jalani menjadi lebih baik ? bisa dilihat dari bagaimana mereka menawarkan produk kepada calon klien. Bukan hanya kepada calon klien baru tapi juga bagaimana mereka para marketing menjalin hubungan dengan para klien lama. Jangan-jangan mereka malah kebingungan bagaimana menjualnya. Berarti sudah waktu nya mereka di berikan pelatihan untuk hal ini.

 

Bila hal tersebut diatas sudah berjalan dengan baik. Berarti kita sebagai pebisnis bisa sedikit bernafas lega. Karena bisnis kita akan berkembang dengan baik.

Strategi Penjualan – Belajar selling dari film Avengers:Endgame (4)

 

Apa yang akan kita bahas pada kali ini? Tentunya adalah strategi penjualan. Kepada siapa kita menjual, kapan waktu yang tepat, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana cara menjualnya, dan dimana kita menjualnya. Strategi penjualan merupakan hal yang cukup penting dari bagian sebuah penjualan. Tanpa adanya strategi yang benar, kita bisa berjalan tanpa arah yang jelas dalam mengarungi dunia persalesan.

 

Bila yang lalu kita membahas mengenai ide selling di film Avengers:Endgame. Pada tulisan yang lalu kita sudah berbicara mengenai ide yang sudah menjadi suatu produk dan produk yang sudah diuji coba atau test market sehingga menjadi produk yang cukup sempurna untuk terjadinya selling. Kita sebagai sales tentunya ingin bisa menjual atau selling produk yang baik tentunya. Sehingga selling bisa terjadi. Klien yang membelinya atau menggunakan pun tidak merasa dirugikan.

strategi penjualan

Who, When, What, How, dan Where.

Tentunya kita ingin apa yang dilakukan adalah tepat sasaran jangan salah target. Sehingga kita tidak membuang waktu percuma.

 

Kembali pada film Avengers:Endgame, apa yang mereka lakukan pada fase ini. Strategi apa yang mereka lakukan dalam mewujudkan terjadinya selling point? Atau bila pada film, strategi apa yang mereka lakukan supaya rencana time travel itu bisa berjalan dengan baik sehingga dunia terselamatkan dan menjadi sedia kala. Ini semua ada pada film tersebut jawabannya.

 

Seperti kita tahu, mereka di pecah menjadi beberapa Tim. Kenapa? Karena ini adalah tim work atau kerja tim. Mereka bisa membagi tugas sehingga bisa dikerjakan secara bersama dan tidak membuang waktu. Yang kita cari bukan hanya kerja keras tapi kerja pintar. Dimana bisa memanfaatkan sumber daya yang kita punyai dalam keberhasilan penjualan suatu produk atau jasa. Dimana mereka harus berjualan di tempat yang tepat dan waktu yang tepat pula, yang disesuaikan dengan kemampuan mereka masing-masing.

 

Kita akan bahas ini satu persatu ya teman-teman mulai dari who, where, when, how dan what nya mereka ya. Terlihat klise tapi ini yang terjadi dalam dunia film dan dunia selling. Strategi penjualan tidak lepas dari 5 poin tersebut. Kita akan bahas ini pada tulisan berikutnya ya teman-teman.

Test Market – Belajar selling dari film Avengers:Endgame (3)

Apakah teman-teman sudah membaca tulisan yang sebelum nya? Bila belum silahkan baca dulu ya, 2 tulisan sebelumnya. Kita akan belajar selling melalui film Avengers:Endgames. Bila pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas bagaimana suatu ide itu bisa menjadi produk yang bisa menjadi nilai jual atau bisa terjadi selling. 2 pembahasan kemaren adalah bagaimana suatu ide akhirnya bisa terwujud menjadi produk yang siap jual. Bukan hanya ide atau angan-angan tapi sudah berbentuk produk yang bisa dilihat, dipegang, disentuh dan lainnya. Sudah ada nilai jual, selling point nya sudah ada. selanjutnya adalah test market

Kita akan masuk ke tahap selanjutnya, tahap ke 3.

Apakah produk tersebut sudah bisa kita jual? Bisa jawabnya. Tapi apakah sudah benar siap? Jawabnya belum, karena belum teruji produk tersebut. Apakah sudah layak jual dan “aman”. Pada tahap ini kita harus uji coba, atau test market produk tersebut. Misal produk yang mau kita jual itu adalah makanan, kita coba makanan tersebut sendiri atau bisa dibagikan ke tetangga atau teman. Kita bisa Tanya pendapatnya, bagaimana rasa nya atau mungkin bentuknya, packaging nya, dan lain sebagainya. Apakah sudah bisa dilakukan selling? Apa yang kurang dari produk tersebut harus kita perbaiki sehingga menjadi produk yang lebih baik. Jangan sampai produk kita luncurkan dengan bentuk yang asal. Maksudnya jangan sampai pelanggan kecewa akan produk tersebut. Pikirkan efek yang akan terjadi pada perusahaan tempat kita bernaung.

Kembali pada film Avengers:Endgame.

Apa yang dilakukan tim avengers setelah produk atau time machine buatan Bruce banner bisa dibuat berdasarkan ide Ant Man? Yaitu mereka melakukan uji coba / test market terlebih dahulu sebelum benar melakukan “selling” atau action untuk mengalahkan Thanos bila pada film ini.

test market

Apa yang terjadi saat uji coba / test market ? Produk tersebut bisa bekerja, tapi tidak sempurna karena waktu yang dibutuhkan tidak cukup. Dengan adanya masalah tersebut, artinya produk tersebut belum dapat di selling. Kembali mereka mencari tahu bagaimana memperbaikinya. Siapa yang membuat produk ini menjadi lebih baik dan bisa berfungsi? Iron Man yang menjadi kunci selanjutnya. Dia akhirnya bersedia bekerja sama dengan yang lainnya. Ide Antman yang sekedar wacana saja, bisa diwujudkan dengan kerja sama tim yang baik, antara Hulk dan IronMan.

Dan akhirnya produk tersebut siap untuk di jual. Selling bisa terjadi. Time travel bisa dilakukan, dan dunia bisa terselamatkan. Tapi pada tahap ini saja belum cukup untuk melakukan selling yang terbaik. Apa yang harus dilakukan pada tahap selanjutnya? Kita akan bahas ini pada tulisan selanjutnya. Sabar ya.

Memahami produk – Belajar selling dari film Avengers:Endgame (2)

Masih ingat pembahasan yang lalu? Dengan ada nya ide atau produk yang akan kita tawarkan? Itu belum menjadi sesuatu yang bisa dijual oleh para sales. Belum bisa menjadi nilai selling untuk kita. Produk tersebut belum siap. Bagaimana caranya supaya siap? Kita masuk ke pembahasan point ke 2, Memahami produk.

Apa sih point ke 2 nya?

Yaitu menyiapkan ide menjadi produk atau memahami produk yang kita punyai.

Selling tidak akan terjadi dari sekedar munculnya wacana atau adanya suatu produk. Kenapa? Karena kita belum memahami apa manfaat dari produk tersebut, atau belum mengenal produk tersebut. Kita tidak akan bisa nekad maju melakukan selling bila kita belum paham akan produk tersebut. Kita mesti paham product knowledgenya.

Cari tahu dan pelajari ide atau produk tersebut. Bagaimana caranya supaya bisa menjualnya. Kepada siapa kita pergi atau menghubungi siapa? Supaya bisa paham. Tentunya kita pergi atau berdiskusi kepada orang yang lebih paham akan produk tersebut untuk belajar.

Pada film Avengers:Endgame ini juga terjadi. AntMan mempunyai ide tapi dia tidak mampu menjalankan ide tersebut sendirian. Dia tidak punya resource untuk itu. Baik itu tenaga, tim, dan lainnya. Apa yang akhirnya dilakukannya? Dia mencari orang yang bisa di hubungi untuk berdiskusi? Siapa yang dia cari pertama kali?

Leadernya yaitu Captain America. Dia menyampaikan semua idenya. Sampai disini, apakah solve? Apakah ide atau produk tersebut bisa di jual? Apakah selling sudah bisa dilakukan?

PEMAHAMAN PRODUK

Tentunya belum. Karena Captain America juga tidak mampu menjawabnya. Secara keilmuan dia tidak bisa mengeksekusinya. Tapi sebagai leader yang baik dia menampung ide tersebut dan mencoba mencari solusi selanjutnya. Apa yang dia lakukan? Dia bersama tim nya, pergi menemui orang yang lebih ahli dalam bidangnya ini. Mereka menemui Iron Man yang secara ilmu lebih paham dan mampu menjawab.

Selesaikah masalah tersebut? Ternyata tidak, ada masalah lain yang membuat Iron Man belum mau melakukan hal tersebut. Tapi itu tidak membuat Captain America putus asa mendapatkan “penolakan” tersebut. Apa yang dia lakukan selanjutnya? Dia langsung mencari orang lain yang bisa membantu menyelesaikannya. Yaitu Bruce Banner yang ternyata sudah berbaikan dengan Hulk.

Dari Bruce Banner lah akhirnya mereka dapat mendapatkan dan mengeksuksi bisa atau tidak nya ide ini dilakukan.

Artinya ide tersebut bisa diwujudkan menjadi produk. Sekarang sudah bukan ide lagi tapi sudah menjadi produk, sesuatu yang bisa kita lihat secara visual bukan angan-angan lagi. Selling bisa terjadi.

Apa proses selanjutnya yang harus dilakukan? Sebelum melaunching nya produk tersebut?

Kita akan bahas ini pada pembahasan selanjutnya ya.

Cintai pekerjaan sebagai sales

Cintai pekerjaan sebagai sales.

Sudahkah kita mencintai pekerjaan yang kita geluti sehari-hari. Apapun pekerjaan yang kita dalami. Seperti tulisan sebelum nya, sales adalah pekerjaan mulia. Sales adalah ujung tombak suatu perusahaan. Tanpa sales suatu perusahaan tidak akan bisa berjalan. Bila kita tidak mencintai pekerjaan kita sebagai sales, tentunya pekerjaan yang kita geluti tidak akan bisa berjalan dengan sebagai mestinya.

Pahami pekerjaanmu, kenali pekerjaan sales ini, dan tentunya jatuh cinta lah akan pekerjaan mu sebagai sales. Dengan melakukan itu semua. Pekerjaan kita sebagai sales akan berjalan dengan lancar dan baik. Akan berlaku dengan sebaiknya, bila tidak mencintai pekerjaanmu sebagai sales dan malah membencinya, dijamin pekerjaan yang dikerjakan tidak akan pernah beres. Tidak akan mencapai target yang di tentukan oleh perusahaan. Yang akan apa yang dikerjakan selama itu akan sia-sia saja. Buang-buang waktu saja. Lebih baik cari pekerjaan yang lain saja. Jangan memutuskan pekerjaan sebagai sales.

cintai pekerjaanmu

Kita harus bangga sebagai sales. Kita mesti bisa jatuh cinta sebagai sales. Kenapa? Pekerjaan yang di kerjakan dengan cinta apapun itu bidang pekerjaannya apalagi sebagai sales, maka pekerjaan akan sangat mudah dikerjakan. Kita sales akan enjoy melakukannya. Tidak ada beban yang berlebihan dalam pekerjaan sehari-hari ini.

Seperti kita mencintai pasangan kita atau orang tua kita atau keluarga kita. Tentunya kita akan nyaman hidup bersama mereka. Tinggal di 1 atap dengan mereka. Bisa bercanda, bermain, berbicara, dan lain sebagainya dengan mereka. Bila sebalikanya terjadi, jangan pernah bayangkan hal diatas bisa dilakukan dalam 1 rumah. Yang ada malah terjadi keributan dan kekisruhan yang terjadi setiap kalinya.

Sales pekerjaan mudah bila kita sudah mencintainya dengan segala penuh hati. Mencintai itu mudah bila sudah memahami 1 sama lainnya. Pekerjaan yang dilakukan dengan cinta semua akan mudah dilakukan. Sales itu mudah, bila kita paham akan tanggung jawab sebagai sales itu apa. Pahami produk, pahami cara berjualan, pahami cara berbicara, dan lainnya. Maka semua pekerjaan sebagai sales akan lebih mudah. Hal tersebut akan kita bahas pada tulisan selanjutnya ya.

Ingat, cintai pekerjaan kita sebagai sales. Maka semua pekerjaan akan mudah dilakukan dan dikerjakan. Cintai sales.

Sales Baru sebagai pekerjaan

 

Mendapat pekerjaan sebagai sales yang baru, hmmmm kok kayaknya bagaimana ya. Kok sepertinya pekerjaan yang remeh ya sebagai sales. Baru selesai kuliah mendapat pekerjaan sebagai sales. Ada yang salah sepertinya mendapat pekerjaan sebagai sales. Sales? Apa sih pekerjaan sales itu? Berjualan? Menawarkan barang/produk/jasa ke orang lain? Tak kenal maka tak sayang, sepertinya pepatah ini masih berlaku ya untuk sesuatu hal yang baru. Apa sih yang harus teman-teman pahami sebagai sales baru ?

Sebelum teman-teman memutuskan suatu keputusan dalam bekerja sebagai sales, pastikan teman-teman sales memahami pekerjaan yang akan teman sales kerjakan. Pahami job desk nya, pahami pekerjaannya. Bila tidak yakin, jangan teman-teman terima pekerjaan sales. Karena itu harus dikerjakan dengan tanggung jawab penuh, bukan coba-coba. Baru tentukan bila sudah memahami apa itu sales.

Teman-teman harus tahu, sales adalah ujung tombak suatu usaha. Tanpa hasil dari seorang sales, perusahaan tidak akan berjalan. Pekerjaan yang tidak mudah dan tidak juga sulit bila sudah jatuh cinta akan dunia sales. Untuk teman-teman yang baru saja mengerjakan sales ini, mungkin masih bingung dan banyak pertanyaan yang timbul. Apakah bisa mengerjakan sebagai sales ini.

kerja sebagai sales baru

Sales adalah pekerjaan yang menawarkan atau menjual suatu produk / jasa kepada seseorang atau sekelompok orang yang bisa disebut instansi atau tempat usaha lainnya. Berhadapan dengan orang lain dan membantu pekerjaan orang lain yang membutuhkan suatu produk / jasa. Dengan adanya sales pekerjaan mereka akan terbantu. Dengan menawarkan ke mereka yang membutuhkan, kita sales artinya sudah meringankan beban mereka.

Yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah apa sih yang harus kita persiapkan sebelum terjun kebidang sales ini. Jangan kita bermodalkan nekad saja dan belum paham akan semuanya, main nekad ke lapangan. Sales baru mesti banyak belajar dari para senior yang sudah berkecimpung di bidang ini. Belajar lah dari mereka. Ilmu sales mereka sudah banyak tinggal diserap oleh kita sebagai sales.

Pada tulisan selanjutnya akan kita bahas mengenai mencintai pekerjaan sales ya.

Ide Selling dari Avengers:Endgames (1)

Mumpung filmnya lagi booming dan tentunya sudah pada nonton kan ya. Jadi ini bukan spoiler lagi ya. Kita bahas yuk mengenai film ini. Ini cocok untuk teman-teman para sales yang ingin melakukan ide selling produknya. Mungkin teman-teman sedikit bingung kok avengers dihubungkan dengan sales dan selling sih?

Tidak apa-apa, kalau teman-teman sudah mulai bingung artinya teman-teman mau belajar nih. Para sales tentunya bertanggung jawab dalam menjual atau selling usaha dagangannya atau produknya. Apa yang kita lakukan sebelum melakukan selling? Coba kita list yuk apa sih kebutuhan para sales.

 

  1. Ide Selling atau Produk
  2. Mewujudkan ide menjadi produk.
  3. Uji coba / test market
  4. Strategi dalam menjual produk tersebut
  5. Kesiapan mental para sales menghadapi tantangan.

Ide Selling

Adakah teman-teman mulai melihat korelasinya dengan film Avengers : Endgame? Bila belum, tidak usah kawatir. Kita lanjutkan pembahasannya sehingga bisa paham, apa hubungan antara film tersebut dengan selling para sales.

Kita bahas dari list diatas ya satu per satu.

  1. Ide Selling / Produk.

Dalam film avenger, produk apa yang ditawarkan ya? Yaitu sebuah jalan atau cara bagaimana mengembalikan keadaaan seperti semula sebelum kejadian jentikan jari Thanos.

Ide Selling / Produk itu datang dari Ant-Man. Dia muncul setelah terperangkap di quantum realm. Dimana didalam itu waktu ada relative. Dia merasa terperangkap disana hanya 5 jam padahal itu sudah selama 5 tahun. Yang artinya sangat dimungkinkan dengan adanya perjalanan waktu. So apa artinya? Ini adalah sebuah ide dalam menciptakan suatu produk untuk terjadinya selling atau penjualan. Suatu harapan yang ditunggu-tunggu oleh dunia.

Ide selling kepada investor

 

Pertanyaannya, apakah sudah bisa kita melakukan berjualan atau selling dengan hanya ide yang tercipta tersebut? Bila dihubungkan kembali dengan avengers:endgame adalah apakah AntMan bisa mewujudkan gagasan atau idenya tersebut? Apakah dia bisa langsung mengembalikan penduduk dunia ini kembali ke asalnya yang tidak berkurang separuhnya?

Tentunya belum, ini baru sekedar wacana atau ide yang masih kasar dan belum teruji.

 

Jadi harus bagaimana selanjutnya dari wacana atau ide ini sehingga bisa masuk ke tahap penjualan atau selling?

Kita bahas point berikutnya di tulisan selanjutnya ya. Sabar ya.

Sales Inspirasi : PERSIAPKAN DIRI

Teman-teman masih ingat artikel saya yang membicarakan perkataan Zig Ziglar yang mengatakan “Kegagalan seorang sales bukan saat bertemu dengannya tetapi saat perjalanan dari tempat anda menuju tempat customer anda.” Nah saya mau membahas topik ini lebih dalam saat persiapan untuk menelpon prospek.

Saya merasa beruntung sempat belajar dan menjadi sales trainer dan sales motivasi nya beberapa modul pelatihannya Zig Ziglar dan mengikuti pelatihan penjualan ( training sales ) nya Krish Dhanam, Global Ambasador Zig Ziglar. Disana saya belajar banyak. Bahwa sebelum berjualan ada proses yang namanya persiapan serta beliau menekankan attitude yang tepat dari seorang penjual. Yes tidak bisa diingkari bahwa tanpa attitude yang tepat maka penjualan tidak akan terjadi dengan baik.

Mungkin anda pernah mengalami ketika menelpon prospek dimana anda deg deg an dan bingung mau bicara apa. Bahkan mungkin andapun pernah menelpon dan ketika mendengar bunyi dering lalu anda mengatakan dalam hati, “jangan diangkat, jangan diangkat.” Nah apa yang dilakukan seorang sales juara. Dan ini saya praktekan saat dulu menjadi salesman.

Saya menyiapkan data, siapa yang akan saya kontak.

Saya lakukan riset sebelum menelpon orang atau perusahaan yang saya tuju.

Membuat skrip apa yang mau saya bicarakan. Dengan mengkonek-an kebutuhan yang saya duga dari riset yang telah saya lakukan dengan produk yang mau saya tawarkan. Khususnya saya fokus membuat skrip pembuka yang grab attention sehingga mereka mau mendengarkan lebih lanjut. Ingat, mereka itu orang sibuk. Jadi bila itu tidak penting untuknya maka mereka cenderung mengabaikan.

Saya melakukan latihan visualisasi sebelum menelpon. Cara ini saya dapatkan dari One minutes salesman ditulis oleh Spencer Johnson. Beliau menyarankan sebelum menelpon untuk membayangkan orangnya seperti apa yang anda ketemui atau telpon lalu berlatih dalam pikiran sejenak sebelum menelpon. Nanti saya akan kupas buku tersebut. Sangat berguna untuk penjualan anda.

Saya selalu membayangkan diri saya adalah seekor macan yang mau memangsa korbannya. Jadi saya rasakan diri saya begitu luar biasa dan saya tidak langsung menerkam mangsa saya (terlalu mempush saat menawarkan) tetapi lebih menunggu saat yang tepat untuk masuk. Dan ini selalu berhasil untuk saya. Lalu saya mengucapkan affirmasi,”Semua orang yang berbicara dengan saya pasti suka dengan saya”

Saat menelpon prospek, saya pastikan saya semangat. Biasanya saya berdiri dari kursi dan menelpon orang tersebut dengan semangat. Atau minimal saya duduk tegak dan baru menelpon prospek saya. Saya latih cara menyapanya dengan antusias dan persiapkan kalimat pembuka pertama. Karena saya sadar tanpa pembukaan yang tepat maka pasti gagal. Apakah saya tidak pernah gagal? Sering! Apalagi produk baru yang saya jual. Saya kalau ditolak khususnya ditelpon maka saya penasaran kenapa ditolak. Saya cari tahu apa mungkin ada skripnya yang salah. Dan saya perbaiki lalu akan telpon lagi. Waktu saya menelpon prospek untuk business coaching ke UKM, saya pernah ditolak. Saat menelpon dan saya menjelaskan bahwa saya dari perusahaan bisnis, langsung orangnya mengatakan, “tidak dulu ya pak” lalu saya ditutup. Lah saya belum bicara apa-apa selain pembukaan. Nah saya rubah skripnya dengan mengatakan benefitnya atau pain nya prospek tersebut maka orang tersebut akan mau mendengar. Dan perhatikan jam-jam sibuk tertentu untuk bisnis tertentu juga berpengaruh.

Ketika saya down, maka saya ingat impian saya. Saya ingat istri, ibu serta anak-anak saya membutuhkan uang dari saya. Saya tidak bisa terus-terusan menyalahkan kondisi atau faktor eksternal. Saya rubah pendekatan saya dan selalu berhasil.

Dengan cara diatas yang saya gunakan akan lebih memudahkan saya dalam proses penjualan. Begitu juga yang saya sharingkan saat training sales (pelatihan penjualan) dan training negosiasi ( pelatihan negosiasi skill ). Cara yang tepat maka hasil juga akan tepat. Punyalah attitude baik serta locus control internal (yang tidak paham apa itu locus control, silahkan baca artikel saya yang lalu) maka hasil berbeda.

Bagaimana dengan anda?

Oleh : Antonius Arif